Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Wakaf Sebagai Fondasi Kemandirian Dan Keberlangsungan: Studi Kasus Di Pondok Pesantren Nurul Bayan, Lombok Utara Hadiyanto Arief; Akhmad Turmuzi; Muhammad Kubaisi Abdul Karim
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis wakaf dalam membangun kemandirian ekonomi dan menjamin keberlangsungan operasional Pondok Pesantren (PP) Nurul Bayan di Lombok Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus historis-kontemporer, penelitian ini menggali mekanisme akuisisi, pengelolaan, dan pendayagunaan aset wakaf yang telah dilakukan selama tiga dekade terakhir. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi mendalam terhadap arsip sejarah pesantren, wawancara dengan pengurus yayasan, serta observasi terhadap unit usaha berbasis wakaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PP Nurul Bayan mengadopsi model "Wakaf Produktif Terintegrasi", di mana aset wakaf tidak hanya berupa lahan pasif, tetapi dikembangkan menjadi ekosistem ekonomi mandiri meliputi pertanian organik, retail, dan konveksi. Model ini telah berhasil mengurangi ketergantungan pesantren terhadap donasi eksternal secara signifikan dan mewujudkan nilai 'iffah (menjaga diri) serta 'izzah (kemuliaan) lembaga. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi antara nilai spiritual wakaf dengan profesionalisme manajemen aset (nazhir) merupakan kunci utama ketahanan institusi pendidikan Islam di era modern. Artikel ini berkontribusi pada literatur manajemen pendidikan Islam dengan menawarkan kerangka kerja replikatif bagi pesantren menengah dalam mencapai kemandirian finansial melalui instrumen wakaf.
Family Portrait of Sakinah and Maslahah in the Modern Era (Perspectives of M. Quraish Shihab and Imam Al-Syatibi) Hadiyanto Arief; Muhamad Arief Al Hakim; Moch Dzul Fahmi
Alhurriyah Vol 8 No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i2.7527

Abstract

Conflict in the Islamic family is a problem that continues to occur in some Indonesian society in this modern era. Such as childfree adherents caused by psychological, philosophical and economic factors, pregnancy out of wedlock which has an impact on stress and depression due to shame, interfaith marriage which has implications for the disconnection of inheritance rights in Islamic law and religious choices for children later in life and early marriage which is vulnerable to mental health. Therefore, it is necessary to understand the concepts of sakinah and maslahah to be implemented in family life. This paper aims to provide solutions related to problems in the Islamic family in the modern era with the concept of sakinah M. QuraishShihab which the author then associated with the concept of Maslahah Imam al-Syatibi. The results of this study explain that the concept of sakinah M. QuraishShihab focuses on three aspects, including; aspects of equality, aspects of deliberation and aspects of awareness of meeting needs.  While the concept of maslahah Imam Syatibi with the hierarchy of maslahah by seeking the presence of shaleh and pious descendants (Dharuriyyah), seeking trade/business in the family (Hajiyyah) and providing halal food and drinks to the wider community (Tahsiniyyah).Konflik dalam keluarga Islam menjadi permasalahan yang terus terjadi di sebagian masyarakat Indonesia pada era modern ini. Seperti penganut childfree yang disebabkan oleh faktor psikologis, filosofis dan ekonomi, hamil diluar nikah yang berdampak pada stres dan depresi karena timbulnya rasa malu, pernikahan beda agama yang berimplikasi terputusnya hak waris dalam hukum islam dan pilihan agama bagi anak di kemudian hari serta pernikahan dini yang rentan terhadap kesehatan mental. Oleh karenanya perlu memahami konsep sakinah dan maslahah untuk diimplementasikan pada kehidupan keluarga. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan solusi terkait problematika dalam keluarga Islam di era modern dengan konsep sakinah M. Quraish Shihab yang kemudian penulis kaitkan dengan Maslahah Imam al-Syatibi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa konsep sakinah M. Quraish Shihab menitik beratkan pada tiga aspek, diantaranya; aspek kesetaraan, aspek musyawarah dan aspek kesadaran atas pemenuhan kebutuhan.  Sedangkan konsep maslahah Imam Syatibi dengan hierarki maslahahnya dengan mengupayakan hadirnya keturunan yang shaleh dan bertakwa (Dharuriyyah), mengusahakan perdagangan/perniagaan dalam keluarga (Hajiyyah) serta memberikan makanan dan minuman yang halal kepada masyarakat luas (Tahsiniyyah).