Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Dampak Wisata Religi Terhadap UMKM Dalam Perspektif Ekonomi Islam di Makam Habib Sholeh Tanggul Jember Andre Maulana; Rini Puji Astuti
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11950

Abstract

Wisata religi merupakan salah satu sektor pariwisata yang tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar destinasi wisata. Keberadaan Makam Habib Sholeh Tanggul Jember sebagai salah satu tujuan wisata religi mendorong berkembangnya berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang perdagangan, kuliner, jasa parkir, dan penjualan suvenir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak wisata religi terhadap keberlangsungan UMKM serta mengkaji praktik UMKM di sekitar Makam Habib Sholeh berdasarkan perspektif ekonomi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata religi memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan UMKM melalui peningkatan jumlah pelanggan, peningkatan pendapatan pada periode tertentu, terutama malam Jumat dan pelaksanaan haul, serta menciptakan multiplier effect berupa direct effect, indirect effect, dan induced effect yang mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar. Namun, tingkat pendapatan pelaku UMKM masih dipengaruhi oleh fluktuasi jumlah kunjungan peziarah. Selain itu, praktik usaha para pelaku UMKM pada umumnya telah mencerminkan prinsip-prinsip ekonomi Islam, yaitu keadilan (al-'adl), kejujuran (al-sidq), tanggung jawab (mas'uliyyah), dan keseimbangan (al-mizan), sehingga aktivitas usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan nilai etika dan keberkahan.