Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kerapatan Jenis dan Tutupan  Lamun Di Perairan Desa Sangowo Barat Kecamatan Morotai Timur Sandra H Muhammad; Iswandi Wahab; Askila Mahasari; Djainudin Alwi; Asy’ari
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 3 No. 2 (2026): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lamun merupakan salah satu tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang mampu hidup secara penuh beradaptasi pada lingkungan laut dengan kadar salinitas rendah (perairan payau) hingga salinitas tinggi. Ekosistem lamun yang memiliki peranan sangat penting di wilayah pesisir, namun dengan seiring waktu menghadapi ancaman yang cukup besar akibat dari meningkatnya dan berkembangnya kegiatan pembangunan di wilayah pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis lamun  di Desa Sangowo Barat dan menganalisis persentase tutupan dan kerapatan lamun di Desa Sangowo Barat. Penelitian ini di lakukan pada bulan Agustus2025,  di Perairan Desa Sangowo Barat Kecamatan  Morotai Timur.  Metode pengambilan data menggunakan transek kuadrat 1x1 m. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk grafik atau gambar. Hasil penghitungan persentase tutupan diketiga stasiun termasuk kategori sedang (26-50 %) dengan persentase nilai pada stasiun  I dengan persentase tutupan 36,53%, Stasiun II memiliki persentase tutupan  33,53 % dan stasiun III dengan persentase tutupan 34,33 %. Sedangkan nilai kerapatan tertinggi pada stasiun I jenis lamun dengan kerapatan tertinggi yaitu Cymodocea rotundata sebesar 12,53 tegakan/m², dan terendah yaitu Halodule pinifolia sebesar 1,40 tegakan/ m². Sementara untuk stasiun II, didapatkan jenis dengan kerapatan tertinggi yaitu Halodule uninervis sebesar 9,00 tegakan/ m², dan terendah yaitu Halodule pinifolia sebesar 0,27 tegakan/ m². Stasiun III jenis lamun yang memiliki kerapatan tertinggi yaitu Enhalus acoroides sebesar 15,60 tegakan/m² dan terendah Halophila ovalis yaitu 1,87 tegakan/m²