Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Shared Creative Space Intervention: Enhancing Collaborative Behavior among Rattan Artisans in Pekanbaru Dea Amanda; Ratna Amanati; Wahyu Hidayat
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 3 No. 2 (2026): March
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The creative rattan handicraft industry in Pekanbaru faces significant physical infrastructure constraints due to rigid, top-down conventional design approaches. Current workspaces are unrepresentative of dynamic production workflows, which decreases productivity and neglects intergenerational local knowledge transfer. This study aims to formulate a participatory architecture framework for the design of a community-based, adaptive Creative Rattan Workshop in Pekanbaru. This study employs a descriptive-qualitative method through a structured literature review on spatial flexibility and responsive architecture, combined with a comparative analysis of creative industry building precedents. The analysis demonstrates that integrating the Participatory Rural Appraisal (PRA) method in the design phase successfully transforms artisans into active co-designers. The synthesis yields five core spatial strategies: active artisan involvement, the application of the six-stage PRA method, the utilization of flexible architectural elements (modular furniture and non-permanent partitions), layout zoning based on actual operational sequences, and the provision of social communal spaces. The application of participatory architecture is proven effective not only in generating ergonomic physical infrastructure that flexes with production volumes but also in fostering a profound sense of community ownership while sustainably preserving the collective memory of the local rattan craft.
Struktur Bawah pada Rumah Vernakular di Limo Koto Kampar Ratna Amanati; Himasari Hanan; Hanson E. Kusuma
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i2.288

Abstract

Rumah-rumah vernakular di Limo Koto berada di area perkampungan pinggiran sungai Kampar. Rumah-rumah vernakular ini memiliki dua ragam bentuk atap, yaitu Lontik dan Limas. Keduanya adalah rumah berpanggung dengan ketinggian yang beragam, mulai setinggi dada manusia dewasa hingga sepenjangkauan, yaitu setinggi tangan tegak di atas kepala. Dengan demikian tentulah sistem struktur yang digunakan oleh masing-masing bentuk juga berbeda. Untuk menopang bentuk atap yang berbeda, tentu ada sistem struktur bawah yang sesuai untuk setiap bentuk atap dan ketinggian panggungnya. Oleh karena itu makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur bawah pada masing-masing bentuk rumah tersebut. Dengan metode kualitatif dan deskriptif eksploratif makalah ini menggambarkan persamaan dan perbedaan serta hal-hal yang terkait dengan struktur bawah yang terkait dengan umpak dan tiang pada masing-masing bentuk vernakular di Limo Koto Kampar. Hasil dari kajian ini adalah terdapat tiga kelompok tipologi struktur bawah sesuai dengan bentuk rumah, yaitu tipe bentuk atap Lontik berpanggung tinggi, beratap limas berpanggung tinggi, dan beratap limas berpanggung rendah.