Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia yang berkaitan erat dengan gangguan profil lipid, seperti peningkatan kadar LDL dan TG serta penurunan kadar HDL. Terapi statin merupakan pilihan utama dalam pengobatan dislipidemia, dengan dua kategori intensitas yang umum digunakan yaitu statin high-intensity dan medium-intensity. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas penggunaan statin high-intensity dan medium-intensity terhadap perbaikan profil lipid pada pasien PJK di RSUD X Provinsi Jawa Timur tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan retrospektif yang menggunakan data rekam medis pasien. Analisis data dilakukan menggunakan Statistical Package for Social Science (SPSS). Uji normalitas dilakukan dengan metode Kolmogorov-Smirnov terhadap data perubahan profil lipid, yaitu persentase penurunan kadar LDL dan trigliserida serta peningkatan kadar HDL pada masing-masing kelompok. Karena data tersebut tidak berdistribusi normal, maka analisis dilanjutkan menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan kadar LDL pada kelompok statin medium-intensity adalah 33,45 ± 9,34, sedangkan pada kelompok high-intensity sebesar 50,56 ± 1,16. Uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap penurunan kadar LDL (p = 0,001). Sementara itu, pada kadar TG dan HDL tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan efektivitas antara penggunaan statin high-intensity dan medium-intensity terhadap penurunan kadar LDL, dimana statin high-intensity lebih efektif. Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kadar TG dan HDL pada pasien PJK.