Lina Astuti
Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi audio visual hypnotherapy untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil Telly Katharina; Marsela Renasari Presty; Lina Astuti; Felisia Felisia; Maria Tutuatu; Nopa Nopa
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 4 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i4.3711

Abstract

Background: Anxiety in pregnant women is a common emotional and physical response resulting from hormonal changes, concerns about fetal health, and preparations for childbirth. When accompanied by stress, anxiety can worsen medically and impact mental health, leading to severe consequences. The World Health Organization (WHO) reports that approximately 8% to 10% of pregnant women worldwide experience anxiety during pregnancy. Implementing audiovisual health education on hypnotherapy for pregnant women offers a relevant and innovative solution; it enhances knowledge and explains that anxiety can stem from the fear of potential pregnancy complications. Purpose: To provide knowledge regarding the use of hypnotherapy to reduce anxiety levels in pregnant women through audiovisual media. Method: The activity was conducted from December 2025 to January 2026, involving 33 pregnant women from the community served by Midwife Nuripah as respondents. The goal was to educate pregnant women on managing anxiety—tailored to their health status—using hypnotherapy concepts and techniques. The intervention consisted of education and hypnotherapy techniques delivered via audiovisual media. Respondents' knowledge and anxiety levels were measured using the Hamilton Anxiety Scale (HARS) questionnaire, administered before (pre-test) and after (post-test) the intervention. A descriptive evaluation was performed by analyzing changes and improvements in the accumulated questionnaire scores between the pre- and post-intervention stages. Results: The study showed that the mean age of respondents was 29.7 years, with the majority (78.8%) falling within the 21–35 age range. Most respondents (36.4%) had a high school education, and the majority (69.7%) were multiparous. A proportional shift in anxiety levels was observed: the percentage of respondents in the mild anxiety category rose from 54.5% before the intervention (pre-test) to 78.8% after the intervention (post-test). Conclusion: Educational activities regarding hypnotherapy—utilizing audiovisual aids and storytelling—are highly effective in reducing anxiety levels among pregnant women as they manage their health. Increased knowledge also positively impacts their self-confidence and motivation to maintain their health in preparation for childbirth. Suggestion: It is recommended that community health volunteers and healthcare facilities implement hypnotherapy techniques on a sustainable basis and with broader coverage, thereby contributing to public health outcomes that can be achieved through independent practice. Keywords: Anxiety; Audiovisual; Health therapy; Hypnotherapy; Pregnant women Pendahuluan: Kecemasan pada ibu hamil adalah respons emosional dan fisik yang umum terjadi akibat perubahan hormon, kekhawatiran akan kesehatan janin, dan persiapan persalinan. Kecemasan dengan stres akan menjadi kondisi semakin buruk secara medis akan mempengaruhi kesehatan mental dengan konsekuensi yang berat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sekitar 8% hingga 10% ibu hamil di seluruh dunia mengalami kecemasan selama masa kehamilan. Implementasi pendidikan audiovisual kesehatan tentang hipnotherapi pada ibu hamil menjadi solusi yang relevan dan inovatif karena dapat menambah pengetahuan serta mampu menjelaskan kecemasan juga bisa muncul karena ketakutan terhadap kemungkinan adanya komplikasi kehamilan. Tujuan: Untuk memberikan pengetahuan tentang hipnoterapi dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil melalui audiovisual Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2025 sampai Januari 2026. Melibatkan 33 ibu hamil untuk menjadi responden yang merupakan masyarakat wilayah binaan di Bidan Nuripah. Sasaran kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan terkait kesiapan ibu hamil dalam mengelola kecemasan sesuai kondisi kesehatannya melalui hipnoterapi dan teknik hipnoterapi. Intervensi yang diberikan berupa edukasi dan teknik hipnoterapi dengan menggunakan audiovisual. Pengukuran tingkat pengetahuan dan kecemasan responden menggunakan kuesioner skala Hamilton Anxiety Scale (HARS) yang diberikan sebelum intervensi (pre-test) dan sesudah intervensi (post-test). Evaluasi secara deskriptif dilakukan dengan melihat perubahan dan peningkatan dari akumulasi nilai kuesioner antara sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 29.7 tahun dan mayoritas responden berada direntang usia 21-35 tahun yaitu sebesar 78.8%. Sebagian besar tingkat pendidikan responden adalah SMA yaitu sebesar 36.4%, sedangkan riwayat kehamilan responden adalah sebagian besar multipara yaitu sebesar 69.7%. Terdapat perubahan secara porprosional tingkat kecemasan responden dari sebelum intervensi (pre-test) adalah sebesar 54.5% dalam kategori ringan menjadi sebesar 78.8% dalam kategori ringan sesudah intervensi (post-test). Simpulan: Kegiatan edukasi tentang hipnoterapi melalui audiovisual dan telling story pada ibu hamil sangat efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan dalam mengelola kesehatannya. Peningkatan pengetahuan ibu hamil juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan percaya diri dan motivasi ibu hamil dalam menjaga kesehatan hingga menghadapi persalinan. Saran: Diharapkan kepada kader bersama fasilitas kesehatan untuk menerapkan teknik hipnoterapi secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas, sehingga dapat memberikan kontribusi kesehatan masyarakat yang dapat dilakukan secara mandiri.