Tri Aulia Ramadhina
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Brebes

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi peningkatan kesadaran dan pemanfaatan aplikasi mobile JKN dalam pelayanan kesehatan Sutaip Sutaip; Dewi Sulistyonigrum; Akbar Akbar; Tri Aulia Ramadhina; Ismi Nurul A’eni
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 4 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i4.3823

Abstract

Background: The Social Security Agency on Health administers the national health insurance program, aiming to enroll all Indonesian citizens. Amidst rapid advancements in information technology, The Social Security Agency on Health has introduced digital innovations specifically the JKN mobile application to facilitate easier access to health insurance services for both current and prospective JKN-KIS members. Educating the public to effectively understand and utilize the JKN mobile application is crucial for ensuring they derive optimal benefits from health services. Purpose: To enhance public knowledge regarding the use of the JKN mobile application for BPJS Kesehatan health services. Method: The activity was conducted in May 2026 at the Jatibarang Community Health Center, involving 30 local residents from the center's service area as respondents. The initiative aimed to foster an understanding of how to utilize the JKN mobile application for The Social Security Agency on Health services. Evaluation was carried out using a "one-group pretest-posttest" approach, with questionnaire results serving as the basis for a descriptive analysis of the community service activity's outcomes. Results: The study showed that the mean age of respondents was 44.7 years (SD ±7.66 years), with the largest age group (60.0%) falling within the 41–50 year range. The majority of respondents were female (63.3%), and most (73.3%) were already enrolled in The Social Security Agency on Health’s program. Proportionally, there was a 33.4% increase in the number of respondents who understood the JKN mobile application, rising from 63.3% before the educational intervention to 96.7% afterward. Conclusion: The educational activities regarding the JKN mobile application were effective and highly beneficial in enhancing public knowledge and understanding of healthcare services provided through The Social Security Agency on Health. Increased public knowledge and awareness regarding the use of the JKN mobile app will contribute positively to the effectiveness and quality of public healthcare services. Suggestion: Relevant health institutions are encouraged to conduct periodic JKN mobile app education programs reaching a wider audience, particularly the elderly in areas with limited access to healthcare services. Future initiatives should also incorporate digital literacy training using simple, easily understandable educational materials for individuals with limited digital technology knowledge, ensuring that the benefits of accessible healthcare services reach all segments of society. Keywords: BPJS; Digital education; Healthcare services; JKN mobile application Pendahuluan: Badan penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) berfungsi sebagai penyelenggara program jaminan kesehatan dengan target seluruh warga negara Indonesia masuk menjadi peserta jaminan kesehatan. Seiring kemajuan teknologi informasi yang pesat, BPJS Kesehatan melakukan inovasi digital melalui aplikasi mobile JKN sebagai upaya mempermudah masyarakat, baik anggota maupun calon anggota JKN-KIS, dalam mengakses layanan jaminan kesehatan. Edukasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait aplikasi mobile JKN secara efektif menjadi penting agar masyarakat dapat memperoleh manfaat pelayanan kesehatan yang optimal. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan aplikasi mobile JKN dalam pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di Puskesmas Jatibarang. Melibatkan 30 warga masyarakat wilayah binaan Puskesmas Jatibarang untuk menjadi responden. Sasaran kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk memanfaatkan dan menggunakan aplikasi mobile JKN dalam pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan. Evaluasi kegiatan dengan pendekatan one group pretest and posttest dari hasil kuesioner yang digunakan sebagai analisa deskriptif pencapaian kegiatan pengabdian masyarakat ini. Hasil: Menunjukkan bahwa usia rata-rata responden adalah 44.7 tahun dengan standar deviasi ±7.66 tahun dan sebagian besar usia responden berada direntang 41-50 tahun yaitu sebesar 60.0%.  Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar 63.3% dan sebagian besar status keanggotaan responden adalah sudah menjadi anggota BPJS Kesehatan yaitu sebesar 73.3%. Secara proporsional menunjukkan bahwa adanya peningkatan 33.4% responden yang memahami aplikasi mobile JKN dari sebelum diberi edukasi sebesar 63.3% responden menjadi sebesar 96.7% responden. Simpulan: Kegiatan edukasi aplikasi mobile JKN berjalan cukup efektif dan sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada masyarakat terhadap pelayanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menggunakan mobile JKN akan sangat berkontribusi positif terhadap efektifitas dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Saran: Di harapkan kepada lembaga kesehatan terkait untuk melakukan kegiatan edukasi mobile JKN secara berkala dengan cakupan masyarakat yang lebih luas, terutama untuk para lansia di wilayah yang jauh dari akses pelayanan kesehatan. Diharapkan juga dalam kegiatan serupa untuk memberikan literasi digital dengan media edukasi sederhana dan mudah dipahami bagi masyarakat yang minim pengetahuan teknologi digital sehingga manfaat kemudahan layanan kesehatan dapat diterima untuk semua lapisan masyarakat.