Layanan administrasi pada tingkat pemerintahan desa saat ini menghadapi tantangan besar dalam hal peningkatan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas bagi masyarakat luas. Proses pelayanan administrasi di Desa Siwalan selama ini masih didominasi oleh tata kelola manual untuk pengajuan berkas persuratan maupun penanganan pengaduan. Hal tersebut berdampak pada penumpukan antrean, lamanya waktu tunggu verifikasi, serta keterbatasan kanal informasi real-time bagi warga desa. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi pelayanan publik desa berbasis web dengan menerapkan kombinasi instrumen mesin inferensi Rule Based System dan integrasi notifikasi otomatis WhatsApp API. Metode pengembangan sistem dilaksanakan menggunakan pendekatan model Waterfall yang terstruktur secara sekuensial. Pengujian terhadap seluruh logika alur program internal dan aturan keputusan dilakukan melalui metode White Box Testing. Logika mesin inferensi dibangun menggunakan sekumpulan aturan logis kondisional IF-THEN untuk mengklasifikasikan status layanan (Baru, Diproses, Diterima, Ditolak) berdasarkan parameter validitas berkas secara otomatis. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem informasi ini berhasil memangkas birokrasi layanan operasional desa. Pengujian White Box mengonfirmasi tingkat keberhasilan fungsional dan keandalan logika sistem sebesar 100%. Integrasi notifikasi WhatsApp mampu percepat penyampaian konfirmasi status pelayanan publik kepada masyarakat secara instan dan transparan.