Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Tekanan Darah antara Perokok Ringan-Sedang pada Mahasiswa Teknik Universitas Jambi Deviola Neza; Mirna Marhami Iskandar; Hanina Hanina; Patrick Wiliam Gading; Esa Indah Ayudia
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1803

Abstract

Aterosklerosis merupakan penyebab utama penyakit kardiovaskular global yang menyebabkan sekitar 17,9 juta kematian setiap tahun. Peningkatan kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL-C) berperan penting dalam pembentukan plak aterosklerotik melalui retensi lipoprotein, disfungsi endotel, dan pembentukan sel busa. Artikel ini bertujuan mengevaluasi perkembangan terapi penurun lipid dan dampaknya terhadap progresi aterosklerosis berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) melalui PubMed dan Google Scholar dengan mengikuti alur PRISMA. Proses identifikasi menghasilkan 581 rekaman; setelah penghapusan duplikasi tersisa 531 artikel untuk tahap skrining. Sebanyak 372 artikel dieliminasi pada tahap judul dan abstrak, diikuti evaluasi full-text terhadap 51 artikel yang dapat diakses. Seleksi akhir menghasilkan 8 studi yang dianalisis, dengan tambahan 10 referensi pendukung untuk memperkuat latar belakang dan diskusi. Hasil menunjukkan statin tetap menjadi terapi utama dengan penurunan LDL-C sebesar 30-60% dan penurunan kejadian kardiovaskular hingga 30%. Ezetimibe memberikan tambahan reduksi 15-25%, sementara inhibitor PCSK9 menurunkan LDL-C lebih dari 60% disertai regresi plak. Terapi baru seperti bempedoic acid dan inclisiran efektif pada pasien intoleran statin. Disimpulkan bahwa terapi penurun lipid berperan krusial dalam pengendalian aterosklerosis; namun demikian, kesenjangan akses terhadap terapi modern, rendahnya kepatuhan pengobatan di masyarakat, serta beban ekonomi yang ditanggung sistem pembiayaan kesehatan nasional menuntut perhatian serius dari pembuat kebijakan kesehatan masyarakat.
Comparison of Vital Signs and Oxygen Saturation Between Light Smokers and Heavy Smokers Among Engineering Students at Jambi University Deviola Neza; Mirna Marhami Iskandar; Hanina Hanina
International Journal Of Health Science Vol. 6 No. 2 (2026): July: International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v6i2.7052

Abstract

Smoking remains a major public health concern, particularly among university students, as it can affect cardiovascular and respiratory physiological responses. This study aimed to compare vital signs and oxygen saturation between light smokers and heavy smokers among engineering students at Jambi University. This research used an analytic observational method with a cross-sectional approach conducted from February to August 2026. The population consisted of 1,713 engineering students, with a total sample of 104 respondents divided equally into light smokers (52) and heavy smokers (52). Data were collected through questionnaires and direct physiological measurements after a 20-meter shuttle run as standardized physical stress. Univariate and bivariate analyses were conducted using the Mann–Whitney test. The results showed that heavy smokers had higher mean systolic blood pressure (149.76 mmHg), diastolic blood pressure (99.07 mmHg), pulse rate (129.90 bpm), respiratory rate (27.13 breaths/min), and body temperature (37.45°C) compared to light smokers, while oxygen saturation was slightly lower (97.50%). Bivariate analysis indicated significant differences in all physiological variables (p < 0.05). In conclusion, smoking degree significantly affects vital signs and oxygen saturation after physical activity, with heavy smokers showing greater physiological responses and lower oxygen saturation.