Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi orang tua terhadap keberadaan TPQ Muttaqin di Desa Kedaloman Kabupaten Tanggamus ditinjau dari aspek kognitif, afektif, dan konatif, dengan mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya yang lebih banyak berfokus pada persepsi masyarakat secara umum maupun sistem pendidikan berbasis asrama, serta belum mengkaji secara mendalam persepsi orang tua terhadap TPQ nonformal di lingkungan pedesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian meliputi orang tua santri sebagai informan utama serta ustadz dan ustadzah sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki persepsi yang positif terhadap keberadaan TPQ Muttaqin. Pada aspek kognitif, orang tua menilai bahwa TPQ berperan penting dalam membantu pembelajaran Al-Qur’an, pembiasaan ibadah, dan pembentukan akhlak anak. Pada aspek afektif, orang tua merasa senang, bangga, dan terbantu dengan adanya kegiatan pembelajaran di TPQ. Sementara pada aspek konatif, orang tua menunjukkan dukungan terhadap kegiatan TPQ melalui motivasi, pengawasan, dan pendampingan belajar anak di rumah. Selain itu, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala dalam pelaksanaan pembelajaran, seperti perbedaan usia dan kemampuan santri dalam satu kelas serta kurangnya keterlibatan sebagian orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pengajar, orang tua, dan pihak terkait untuk meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an di TPQ Muttaqin.