Afif Restu Fauzi
Kudus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Puisi “Kecoa Pembangunan” Karya Ws Rendra Menggunakan Pendekatan Marxisme: Analisis Puisi “Kecoa Pembangunan” Karya Ws Rendra Menggunakan Pendekatan Marxisme Afif Restu Fauzi
Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 4 No 2 (2025): 2025
Publisher : LPPM STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/a6nyt327

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan puisi “Kecoa Pembangunan” karya WS Rendra, (2) memaparkan pemikiran Karl Marx dalam teori marxisme, (3) memaparkan hasil analisis puisi “Kecoa Pembangunan” karya WS Rendra menggunakan pendekatan marxisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotis. Data penelitian ini berupa bait dalam puisi karya W.S Rendra yang berjudul ‘Kecoa Pembangunan’. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan Semiotika Rifaterre. Hasil analisis menggunakan pendekatan marxisme dalam puisi “Kecoa Pembangunan” menunjukan terdapat enam komponen ideologi marxisme, yaitu kritik ekonomi politik, sosialisme-komunis, teori perjuangan kelas, struktur sosial masyarakat, dan teori kelas atas- kelas bawah. Puisi “Kecoa Pembangunan” karya WS Rendra secara umum memberi gambaran bagaimana gaya kepemimpinan pemerintahan Indonesia pada saat zaman rezim orde baru dilihat dari sisi ekonomi, sosial, struktur masyarakat, dan teori kelas dalam ideologi marxisme.
PENERAPAN METODE SCAFFOLDING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV MIN 1 PATI Istiqomah; Afif Restu Fauzi
Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 4 No 2 (2025): 2025
Publisher : LPPM STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/g7cpw672

Abstract

Hasil penelitian dari data yang didapat oleh peneliti, adalah sebelum diterapkannya metode Scaffolding, kemandirian belajar peserta didik sangatlah minim terbukti dengan presentase kumulatif dari hasil angket. Dengan presentase indikator jawaban “selalu” mendapatkan 27,4%, indikator jawaban “sering” mendapatkan 22,3%, indikator jawaban “kadang” mendapatkan 26,3% dan jawaban “tidak pernah” mendapatkan 21%. Kemandirian belajar peserta didik terbukti meningkat setelah diterapkannya metode Scaffolding yakni dari hasil angket yang diberikan kepada siswa dengan presentase indikator jawaban “selalu” mendapatkan 58,5%, indikator jawaban “sering” mendapatkan 27,2%, indikator jawaban “kadang” mendapatkan 11,2% dan jawaban “tidak pernah” mendapatkan 3,8%. Keterkaitan dari hasil peningkatan kemandirian belajar peserta didik dengan penerapan metode Scaffolding diuji dengan analisis Uji-T, dimana mendapatkan hasil yang signifikan.