Yang, Ferry
Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan yang Bergumul untuk Shalom  Yang, Ferry
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 6 No 1 (2005)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.801 KB)

Abstract

Pendidikan ... memerlukan arah. Sebab jika hal itu tertuju kepada arah yang salah, maka semua persiapannya menjadi sia-sia. Nicholas Wolterstorff menyatakan bahwa pendidikan harus tertuju kepada hidup dan hidup harus tertuju pada shalom. Dasar dari argumentasinya adalah wahyu Allah, karena Allah telah menyingkapkan kebenaran mengenai kisah hidup, kisah kemanusiaan, dan di dalam kisah itu shalom adalah maksud utama dari Allah sang pencipta agar seluruh dunia menikmatinya. Shalom “is more genuinely the content that biblical writers give to destiny appointed to us by God; our appointed destiny incorporates living in human community in the midst of nature.”
Refleksi Teologis tentang Rekonsiliasi sebagai Tujuan Resolusi Konflik Yang, Ferry
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 8 No 1 (2007)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.586 KB)

Abstract

Ketika saya masih anak-anak, saya selalu diajar untuk berekonsiliasi dengan siapapun saya berkonflik, entah dengan saudara, saudara sepupu, ataupun dengan teman. Orang tua saya, orang-orang yang dituakan, guru-guru, semua mengajarkan untuk berjabat tangan dengan siapapun saya berseteru, sebagai simbol rekonsiliasi, tanpa upaya mengejar kebenaran. Tujuan utamanya adalah untuk menghindari kerusakan yang lebih jauh dan untuk memelihara kedamaian. Di sisi lain, kebenaran hanya dikejar dengan tujuan keadilan, yang berarti yang bersalah dihukum. Akhirnya, saya bertumbuh dengan pengertian bahwa ada dua kemungkinan resolusi konflik: rekonsiliasi atau keadilan. Warisan budaya saya lebih mengetengahkan rekonsiliasi dibanding keadilan. Sebab di dalam rekonsiliasi hubungan dipelihara dan kita menghargai relasi lebih daripada kebenaran. Dalam hal ini, rekonsiliasi dipandang berada di luar keadilan.
Kerajaan Allah: Sebuah Tinjauan Eksegesis Yang, Ferry
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.977 KB)

Abstract

Pemahaman mengenai kerajaan Allah adalah pemahaman yang tidak boleh diabaikan oleh pengikut Kristus. Di dalam diskusi dan telaah mengenai kerajaan Allh, menurut N.T. Wright, kita sering melupakan pembahasan tentang bagaimana Allah menjadi Raja di dalam Yesus Kristus. Ini disebabkan pembacaan kitab-kitab Injil yang sudah dibatasi oleh kerangka berpikir seturut kredo-kredo gerejawi, seperti Pengakuan Iman Rasuli misalnya. Di dalam artikel ini, pembahasan mengenai kerajaan Allah dipandang secara lebih utuh sesuai dengan maksud awal dari penulisan kitab-kitab Injil, secara khusus dari kitab Matius. Pembahasan juga dilakukan mengikuti jalur naratif Perjanjian Lama yang menjadi latar belakang naratif kitab-kitab Injil.