Kustiana Arisanti
Universitas Islam Zainul Hasan Genggong, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Karakter Santri Melalui Kitab Minhajul Abidin Karya Imam Al-Ghazali Di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Kaliacar Ahmad Zainun Nuri; Kustiana Arisanti; Moch Yunus
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 01 (2026): Ashlach: Journal Of Islamic Education (April)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v4i01.841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penguatan karakter santri melalui pembelajaran Kitab Minhajul Abidin, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut, serta mendeskripsikan karakter santri setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala pondok, ustadzah, ustadz, santri, alumni, dan wali santri. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter santri dilaksanakan melalui pembelajaran Kitab Minhajul Abidin yang diintegrasikan dengan keteladanan, pembiasaan ibadah, pengawasan, serta budaya kehidupan pesantren. Nilai-nilai karakter yang berkembang meliputi religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, kesabaran, keikhlasan, kemandirian, dan kepedulian sosial. Proses tersebut didukung oleh lingkungan pesantren yang kondusif, keteladanan guru, pembiasaan kegiatan keagamaan, serta dukungan keluarga, sedangkan hambatan yang ditemukan meliputi perbedaan latar belakang santri, pengaruh media sosial, dan lingkungan sosial di luar pesantren. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Kitab Minhajul Abidin berperan sebagai salah satu media internalisasi nilai yang mendukung penguatan karakter santri melalui proses pembelajaran, pembiasaan, dan keteladanan secara berkelanjutan sehingga nilai-nilai tersebut tetap tercermin dalam kehidupan alumni setelah kembali ke lingkungan masyarakat.