Zainal Efendi Hasibuan
Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Program Tahfiz Qur’an Dalam Meningkatkan Minat Membaca Al-Qur’an Siswa Di MAN Tapanuli Selatan Sanusi Siregar; Zulhammi; Zainal Efendi Hasibuan
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 01 (2026): Ashlach: Journal Of Islamic Education (April)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v4i01.941

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Program Tahfiz Qur’an di MAN Tapanuli Selatan, mengetahui respon dan partisipasi siswa terhadap program tersebut, serta menganalisis dampaknya dalam meningkatkan minat membaca Al-Qur’an siswa. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian di MAN Tapanuli Selatan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Tahfiz Qur'an di MAN Tapanuli Selatan telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terintegrasi dalam kurikulum madrasah. Respon siswa terhadap program ini sangat positif, ditandai dengan tingginya ketertarikan, partisipasi, dan antusiasme dalam mengikuti kegiatan tahfiz. Program ini juga terbukti meningkatkan minat membaca Al-Qur'an melalui peningkatan kemampuan membaca, pembentukan kebiasaan membaca secara rutin, serta meningkatnya motivasi untuk membaca dan muroja'ah secara mandiri. Implikasi: Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Program Tahfiz Qur'an yang terintegrasi dalam kurikulum dan dilaksanakan secara sistematis dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan minat membaca Al-Qur'an sekaligus membangun budaya literasi Al-Qur'an di madrasah. Orisinalitas: Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengkaji keterkaitan antara implementasi Program Tahfiz Qur'an, respons siswa, dan peningkatan minat membaca Al-Qur'an sebagai budaya belajar, yang masih jarang dikaji secara khusus pada konteks Madrasah Aliyah Negeri.
Paradigms of Scientific Integration in Sumatra's State Islamic Universities Anhar Anhar; Zainal Efendi Hasibuan; Muhammad Darwis Dasopang; Erawadi Erawadi; Magdalena Magdalena; Fakhruddin Fakhruddin; Suwardi Suwardi
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v14i1.2608

Abstract

This article examines the paradigm of scientific integration in Islamic religious universities in Sumatra through a comparative and contextual approach. Although studies on scientific integration have grown rapidly, most remain confined to normative discussions and have not sufficiently examined how integration is constructed, interpreted, and implemented within diverse institutional contexts. Using a quasi-qualitative approach based on in-depth interviews, academic observations, document analysis, and focus group discussions (FGDs), this study explores the dynamics of scientific integration in three State Islamic Universities: UIN North Sumatra, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, and UIN Raden Fatah Palembang. The findings show that scientific integration is not understood as a singular unification of religious and scientific disciplines, but as a multi-layered epistemological process encompassing philosophical orientations, methodological alignments, and academic practices. Variations in integration paradigms emerge according to each institution’s vision, historical trajectory, and academic strategy, shaping different models of curriculum design, research orientation, and academic culture. These results indicate that the paradigm of scientific integration in Sumatra develops in a dynamic and context-dependent pattern rather than as a standardized institutional model. Beyond the local context, this study offers a reflective analytical framework for understanding scientific integration as a living epistemological process, contributing to broader discussions on Islamic higher education and contemporary global epistemological challenges.