Berbagai faktor, terutama gaya hidup dan kondisi kesehatan, dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam darah yang tinggi, karena kolesterol merupakan senyawa lemak yang dibutuhkan tubuh untuk membuat hormon dan membuat struktur sel. Karena pola makan yang tidak sehat adalah penyebab utama, kadar yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Salah satu metode rehabilitasi pasien stroke adalah fisioterapi. Tujuan terapi fisik untuk pasien stroke adalah untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, membantu mereka kembali ke pola pergerakan normal atau mendekati normal, dan mengurangi tingkat kecacatan yang mereka alami. Fisioterapi adalah jenis perawatan kesehatan yang membantu seseorang atau kelompok mengembangkan, mempertahankan, dan memperbaiki gerak dan fungsi tubuh dengan penanganan manual sepanjang hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kolesterol pasien yang menerima fisioterapi. Penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Studi ini melihat 25 pasien yang menjalani fisioterapi di RSU Bunda Thamrin Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 pasien (48%) memiliki kadar kolesterol normal, dan 13 pasien (52%) memiliki kadar kolesterol yang meningkat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, berdasarkan jenis kelamin, sebagian besar pasien fisioterapi memiliki kadar kolesterol tinggi—sebanyak 7 pasien perempuan (28 %) dan 6 pasien laki-laki (24 %). Pasien perempuan lebih sering mengalami peningkatan kadar kolesterol dibandingkan laki-laki dan lebih sering ditemukan pada kelompok usia lanjut. Kadar kolesterol normal juga ditemukan pada pasien laki-laki, sebanyak 7 orang (28%), dibandingkan dengan 5 orang (20%), menunjukkan bahwa perempuan dalam penelitian ini lebih berisiko mengalami peningkatan kadar kolesterol karena perubahan hormon.