Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS KELAS PRAKONSEPSI DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN KEHAMILAN SEHAT DAN UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS Ida Ria R Sidabukke; Mestika Lumbantoruan; Lince Naibaho
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v8i1.6437

Abstract

Strategi pencegahan stunting adalah melalui peningkatan kesehatan wanita usia subur sejak masa prakonsepsi. Kelas prakonsepsi merupakan bentuk intervensi edukatif yang bertujuan meningkatkan kesiapan kehamilan sehat melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kelas prakonsepsi dalam meningkatkan kesiapan kehamilan sehat dan upaya pencegahan stunting pada wanita usia subur di Puskesmas Helvetia Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 38 wanita usia subur yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan dalam bentuk kelas prakonsepsi yang mencakup materi kesehatan reproduksi, gizi prakonsepsi, pencegahan anemia, konsumsi asam folat, perencanaan kehamilan, serta pencegahan stunting. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan Paired Sample t-test atau Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki kesiapan kehamilan sehat kategori cukup (47,4%), sedangkan setelah intervensi meningkat Disimpulkan bahwa kelas prakonsepsi efektif meningkatkan kesiapan kehamilan sehat dan upaya pencegahan stunting pada wanita usia subur. Program ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam pelayanan kesehatan primer di Puskesmas sebagai strategi promotif dan preventif dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia.menjadi kategori baik (73,7%).