Lim, Alex
Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kuasa Setan di Balik Kesembuhan Ilahi? : Suatu Telaah terhadap Mukjizat Kesembuhan Ilahi yang Kontroversial Lim, Alex
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 9 No 2 (2008)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.581 KB)

Abstract

Lagu “Mukjizat Itu Nyata” karangan Jonathan Prawira banyak digandrungi oleh orang Kristen dari berbagai denominasi. Sepertinya, penulis lagu tersebut ingin “mengklaim” bahwa mukjizat harus terjadi setiap hari. Klaim semacam ini didukung juga oleh maraknya Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang disertai kesembuhan ilahi, misalnya yang dipimpin oleh T. B. Joshua, yang diselenggarakan di Graha Bethany dengan memakai tema “Kuasa Tuhan: Datang dan Alami Kesembuhan Ilahi!” Atau, acara serupa yang digelar oleh GBI Tiberias Surabaya yang dipimpin oleh Yesaya Pariadji. Meskipun secara umum kalangan Protestan injili percaya adanya mukjizat, namun realitas ini harus diterima secara lebih kritis dengan menanyakan apakah mukjizat tersebut benar-benar bersifat aktif dan permanen. Walau demikian, di kalangan ini, masih ada anggota jemaat yang sakit yang tetap berharap ingin mengalami mukjizat kesembuhan dalam acara serupa. Beberapa dari mereka bertanya, “Pak apakah kami boleh menghadiri KKR yang disertai kesembuhan ilahi?” Sebab, “Bukankah mukjizat kesembuhan itu berasal dari Tuhan?” Jika tidak boleh, “Mengapa tidak boleh? Di mana salahnya?” Sebelum menanggapi pertanyaan-pertanyaan semacam ini, menurut hemat penulis, perlu adanya verifikasi teologis yang jelas dan objektif berkenaan dengan praktik-praktik kesembuhan ilahi. Apakah semua praktik tersebut alkitabiah? Bila tidak, mana yang alkitabiah, dan mana yang tidak? Tulisan ini akan mengangkat isu-isu kesembuhan ilahi dan permasalahan teologisnya, seperti: Apakah kuasa Setan bisa bekerja di balik macam-macam praktik mukjizat kesembuhan ilahi? Apakah agama-agama lain juga mempraktikkan kesembuhan ilahi? Apakah kesembuhan ilahi disebabkan gejala psikologis belaka? Jika pada masa kini Tuhan masih melakukan mukjizat kesembuhan, bagaimanakah mukjizat yang alkitabiah?  
Integrasi Spiritualitas dan Kapabilitas Kepemimpinan Gereja Tionghoa Lim, Alex
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 11 No 2 (2010)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.299 KB)

Abstract

Sejarah perjalanan gereja-gereja Tionghoa di Indonesia hampir mencapai satu abad, namun ditinjau dari aspek spiritualitas dan ke-pemimpinan tampaknya belum terlihat signifikan, baik dari segi kualitas spiritualnya maupun dalam hal kapabilitas kepemimpinan. Citra kepemimpinan spiritual dalam gereja-gereja Tionghoa menghadapi krisis yang cukup memprihatinkan. Beberapa faktor yang menyebabkan hilangnya kepercayaan jemaat terhadap kepemimpinan gereja Tionghoa mencakup masalah spiritual, kapabilitas, integritas dan penyalahgunaan kuasa kepemimpinan itu sendiri. Masalah spiritual adalah kepemimpinan yang tidak memiliki korelasi dengan kehidupan spiritualitasnya, sehingga pemimpin kehilangan pengaruh spiritualitasnya. Gejala ini timbul karena terjadinya missing link antara aspek spiritual dan kepemimpinan. Dampaknya, para pemimpin mempraktikkan kepemimpinan yang tidak spiritual, yang tidak ada bedanya dengan kepemimpinan sekular. Kapabilitas pemimpin dalam gereja lokal terlihat pada aspek kurang terampilnya seorang pemimpin, baik pada segi kemampuan memimpin maupun kemampuan berorganisasi. Ditemukan adanya pemimpin gereja yang kurang kapabilitasnya namun ditempatkan pada posisi penting dan strategis, serta ada yang terpilih bukan karena kapabilitasnya, tetapi karena kapasitas ekonominya yang mapan. Tujuan penulisan ini diharapkan dapat menciptakan kepemimpinan Kristen yang integratif antara aspek spiritualitas dan kapabilitas, agar dapat menghasilkan kepemimpinan yang alkitabiah; spiritual, fungsional, profesional, dinamis, dan efektif.