Mual muntah merupakan keluhan fisiologis yang dialami oleh ibu hamil trimester I, dengan angka kejadian sekitar 12,5% dari seluruh kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi jahe dan pijat akupresure pada titik St36 terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I. Berbagai upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi mual muntah adalah pemberian aromaterapi jahe dan pijat akupresur pada titik ST36 (Zusanli). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental dan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu hamil trimester I yang mengalami mual muntah dengan menggunakan teknik total sampling. Tingkat mual muntah diukur menggunakan kuesioner Pregnancy Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE-24). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor mual muntah sebelum diberikan intervensi adalah 8,55 dan menurun menjadi 5,40 setelah diberikan intervensi dan didapatkan nilai median pre test 9 dan post test menjadi 5. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dan nilai Z = -3.559b, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian aromaterapi jahe dan pijat akupresur pada titik ST36 terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa kombinasi aromaterapi jahe dan pijat akupresur pada titik ST36 efektif dalam menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester I. Terapi ini dapat dijadikan sebagai alternatif terapi komplementer yang aman, mudah dilakukan, dan minim efek samping dalam penatalaksanaan mual muntah pada kehamilan.