Dalam pendidikan matematika, peranan teknologi semakin dibutuhkan, salah satunya pada mata kuliah statistika. Pemanfaatan teknologi diperlukan untuk mempermudah serta mempercepat proses perhitungan tanpa mengurangi keakuratan hasil outputnya. Salah satu bahasa pemrograman yang dapat dimanfaatkan untuk pengolahan data adalah Python. Python dikenal sebagai bahasa pemrograman yang mudah dipelajari dan digunakan, namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan munculnya hambatan ketika proses pengintegrasiannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap penggunaan Python dalam pembelajaran analisis data statistika. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika semester 4 yang sedang menempuh mata kuliah Statistika Penelitian Pendidikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan instrumen berupa kuesioner yang terdiri atas 40 pernyataan tertutup dan 5 pertanyaan terbuka. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai persepsi mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa sudah memiliki keterampilan IT yang mumpuni, tetapi dalam konteks pemrograman Python masih menghadapi kendala signifikan dalam memahami sintaks maupun proses coding. Pengalaman tersebut mengindikasikan adanya kesenjangan antara keterampilan dasar IT yang dimiliki mahasiswa dan kemampuan dalam mengaplikasikan Python untuk analisis data. Dapat disimpulkan bahwa Python berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran statistika, tetapi efektivitas implementasinya sangat bergantung pada strategi pembelajaran yang digunakan.