Mitra dalam program ini adalah para guru Jurusan Farmasi Klinis dan Komunitas di SMKN 1 Tembuku, Bangli. Berdasarkan hasil diskusi awal antara tim pelaksana dan mitra, teridentifikasi beberapa kebutuhan penguatan kapasitas pada aspek kesehatan dan ekonomi. Pada aspek kesehatan, mitra memerlukan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam formulasi sediaan farmasi sederhana, seperti gel kosmetik, guna mendukung pengembangan pembelajaran berbasis praktik dan inovasi produk. Kegiatan praktikum yang selama ini dilaksanakan umumnya masih berfokus pada materi dasar, seperti farmasetika, farmakognosi, dan farmasi klinis, sehingga diperlukan pengayaan dalam pengembangan produk farmasi aplikatif. Pada aspek ekonomi, mitra juga memerlukan penguatan literasi finansial, khususnya terkait perencanaan keuangan dan diversifikasi investasi seperti reksadana, saham, obligasi, dan emas. Berbagai studi menunjukkan bahwa peningkatan literasi finansial berkorelasi positif dengan perilaku keuangan yang lebih baik. Berdasarkan kebutuhan tersebut, program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru melalui pelatihan pembuatan sediaan farmasi sederhana dan literasi finansial berbasis investasi cerdas, sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 (Quality Education) dan poin 8 (Decent Work and Economic Growth). Metode yang digunakan meliputi focus group discussion, pemberian materi, pelatihan formulasi gel kosmetik, pengenalan mikrobiologi farmasi dasar, serta penyuluhan literasi finansial. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra yang signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 73/100 menjadi 99/100. Monitoring pascakegiatan menunjukkan bahwa bantuan berupa alat laboratorium, bahan pembuatan sediaan, dan buku-buku farmasi telah dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan PKM ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi mitra dan memberikan dampak positif terhadap penguatan pembelajaran vokasi di bidang farmasi.