Puja Nur Nur Wahidah
Universitas Mulawarman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi NAFASIN & SAPA PEDULI: Transformasi Media Promosi Kesehatan dalam Pencegahan ISPA di Puskesmas Baqa Arya Yuliansyah Putra; Rahmi Susanti; Puja Nur Nur Wahidah; Nahara Isnaini Tri Uljanah; Azlia Xaveria; Jeane Trifani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2026): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i2.6941

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalah kesehatan dengan angka kunjungan tinggi di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, termasuk di Puskesmas Baqa. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan upaya promotif dan preventif melalui strategi promosi kesehatan yang mudah diakses dan sesuai dengan karakteristik sasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan media audiovisual dan media cetak sebagai strategi penguatan promosi kesehatan pencegahan ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Baqa. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 dengan sasaran pengunjung puskesmas. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi, penentuan prioritas dan akar masalah, perencanaan media promosi kesehatan, pelaksanaan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi. Media yang digunakan berupa video edukasi ISPA “NAFASIN (Nafas Sehat Cegah Infeksi)” yang ditayangkan secara berulang di ruang tunggu puskesmas dan media cetak x-banner “SAPA PEDULI” yang dipasang di area strategis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan media audiovisual dan media cetak mampu meningkatkan keterpaparan informasi serta menarik perhatian sasaran terhadap pesan pencegahan ISPA tanpa mengganggu alur pelayanan kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi media audiovisual dan media cetak dapat menjadi strategi promosi kesehatan yang aplikatif dan berkelanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit berbasis perilaku seperti ISPA.