The objectives of this training program were to: 1) introduce the concept of Bloom's taxonomy; 2) provide assistance in analyzing questions based on Higher Order Thinking Skills (HOTS); and 3) train the English tutors to develop HOTS-based questions. This Community Service (PkM) program involved four English tutors from an English course in Sleman, Special Region of Yogyakarta. The PkM program was conducted over three sessions. The results of the program indicated that 1) English tutors who initially had only a limited understanding of Bloom’s Taxonomy and its revised version gained a better understanding of both concepts after participating in the program; (2) the tutors became aware that many English practice questions were still focused on Lower-Order Thinking Skills (LOTS); and (3) the tutors were able to develop HOTS-based questions. Therefore, it can be concluded that this PkM program successfully trained English tutors to design assessment questions that align with the demands of 21st-century education. As a recommendation, the questions developed during the training should be implemented in classroom instruction and incorporated into teaching modules. ABSTRAK Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk: 1) pengenalan konsep taksonomi bloom; 2) pendampingan analisis soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS); dan 3) pelatihan penyusunan soal berbasis HOTS bagi tentor bahasa Inggris. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah pelatihan yang diberikan kepada 4 orang tentor bahasa Inggris dari sebuah lembaga kursus bahasa Inggris di Sleman, DIY. Kegiatan PkM diselenggarakan selama 3 sesi. Hasil kegiatan tersebut menunjukkan bahwa 1) tentor bahasa Inggris yang semula hanya memiliki pemahaman terkait taksonomi bloom sebelum revisi, setelah mengikuti PkM ini menjadi lebih paham terhadap taksonomi bloom setelah revisi; 2) tentor bahasa Inggris memiliki kesadaran bahwa tidak sedikit latihan soal bahasa Inggris yang masih berbasis LOTS; dan 3) tentor bahasa Inggris mampu menyusun soal berbasis HOTS. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PkM ini telah melatih tentor bahasa Inggris untuk mengembangkan soal sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Sebagai rekomendasi, soal yang telah disusun selama mengikuti pelatihan ini dapat diterapkan di kelas dan ditindaklanjuti menjadi bagian dari modul ajar.