ABSTRACT Low digital literacy and limited utilization of digital technology have prevented many Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Pamulang District from optimizing digital marketing and cashless transactions, resulting in low business visibility and competitiveness. This community service program aimed to enhance the capacity of MSME owners through digital transaction training based on Google Maps and the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach and was evaluated using the Context, Input, Process, and Product (CIPP) model. Six MSMEs were selected as participants based on the results of community mapping conducted through field observations and interviews. The program consisted of workshops, one-on-one mentoring, business banner installation, Google Business Profile registration, QRIS activation, and program evaluation. The results showed that all participating MSMEs successfully established visual business identities, verified their business locations on Google Maps, and implemented QRIS as a digital payment system. In addition, participants demonstrated improved digital literacy and greater confidence in utilizing digital technology, contributing to an average revenue increase of approximately 20%. These findings indicate that integrating training with intensive mentoring effectively strengthens digital capabilities, expands market access, and enhances the long-term competitiveness of MSMEs. ABSTRAK Rendahnya literasi digital dan terbatasnya pemanfaatan teknologi menyebabkan sebagian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Pamulang belum mampu mengoptimalkan pemasaran maupun transaksi digital, sehingga berdampak pada rendahnya visibilitas usaha dan daya saing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan transaksi jual beli digital berbasis Google Maps dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan model evaluasi Context, Input, Process, dan Product (CIPP). Sasaran kegiatan adalah enam UMKM yang dipilih berdasarkan hasil community mapping melalui observasi dan wawancara. Program meliputi workshop, pendampingan one-on-one, pemasangan banner usaha, registrasi Google Business Profile, aktivasi QRIS, serta evaluasi ketercapaian program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh UMKM berhasil memiliki identitas visual usaha, lokasi usaha yang terverifikasi pada Google Maps, serta QRIS aktif sebagai media pembayaran digital. Pendampingan juga meningkatkan kemampuan mitra dalam mengoperasikan teknologi digital secara mandiri dan mendorong peningkatan jumlah pelanggan serta omzet usaha sekitar 20%. Program ini menunjukkan bahwa integrasi pelatihan dan pendampingan intensif efektif memperkuat literasi digital, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing UMKM secara berkelanjutan.