Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : exact paper in compilation epic

Pengaruh Penggunaan Limbah Air Kolam Ikan Koi Terhadap Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Lutfi Fahmi Lukmana; Anggi Indah Yuliana; Umi Kulsum Nur Qomariah
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 7 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v7i3.1561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Limbah Air Kolam Ikan Koi Terhadap Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, bobot umbi. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Mambaul Maarif desa Denanyar kec. Jombang, Kab. Jombang. Pada bulan Maret sampai April 2025. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan faktor utama, yaitu air limbah kolam ikan Koi dan interval penyiraman. Pelakuan air limbah terdiri dari 2 taraf, Taraf 1 dosis limbah air kolam ikan koi : L0 : 0 ml Limbah air kolam ikan koi (control), L1 : 100 ml Limbah air kolam ikan koi, L2 : 200 ml Limbah air kolam ikan koi, L3 : 300 ml Limbah air kolam ikan koi. Taraf 2 Interval penyiraman limbah kolam ikan koi : P1 : 2 Hari, P2 : 4 Hari, P3 : 6 Hari, P4 : 8 Hari. Dengan demikian terdapat 16 kombinasi perlakuan yang dihasilkan. Setiap kombinasi dilakukan sebanyak 3 ulangan, sehingga ada 48 unit percobaan. hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya interaksi antara dosis limbah air kolam ikan koi dan interval penyiraman pada seluruh parameter pengamatan tanaman bawang merah.
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terong Ungu (Solanum Melongena L.) Akibat Pemberian Limbah Lele Dan Pupuk Anorganik Lailatul Fitria; Anggi Indah Yuliana; Mohamad Nasirudin
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 7 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v7i3.1565

Abstract

Terong ungu merupakan salah satu komoditas pertanian jenis sayuran yang disukai masyarakat Indonesia.Salah satu cara untuk memperbaiki kesuburan tanah adalah dengan menggunakan pupuk organik, sehingga sifat fisik, kimia, dan biologi tanah dapat dipulihkan. Salah satu usaha tersebut adalah dengan menggunakan pupuk organik dengan memanfaatkan air limbah ikan lele. Limbah lele berpotensi memberikan perbaikan kesuburan tanah dalam jangka panjang, jika dikombinasikan dengan pupuk anorganik dengan dosis optimal dapat meningkatkan pertumbuhan tanman terong ungu secara signifikan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor, yaitu air limbah lele (L) dan pupuk anorganik (A). Perlakuan air limbah lele terdiri dari 5 taraf yaitu L0 (tanpa limbah lele), L1 (limbah lele 100 ml/tanaman), L2 (limbah lele 200 ml/tanaman), L3 (limbah lele 300 ml/tanaman), L4 (limbah lele 400 ml/tanaman), dan pupuk anorganik terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu A0 (tanpa pupuk anorganik), A1 (pupuk anorganik 50% dosis 8, 695 gram urea, 5,5 gram SP36, 2,5 gram KCl/ tanaman), A2 (pupuk anorganik 100% dosis 17,39 gram urea, 11 gram SP36, 5 gram KCl / tanaman). Dengan demikian, terdapat total 15 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA untuk mengidentifikasi pengaruh signifikan antar perlakuan, diikuti oleh uji BNT pada taraf 5% jika terdapat perbedaan yang nyata. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan. Faktor limbah lele (L) berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, umur berbunga, bobot buah, diameter buah dan bobot basah. Faktor pupuk anorganik berpengaruh nyata terhadap semua parameter kecuali pada parameter jumlah daun. Adapun interaksi air limbah lele dan pupuk anorganik (LA), berpengaruh nyata terhadap parameter umur berbunga perlakuan L4A1 dengan umur berbunga paling cepat.
Pengaruh Pengaplikasian Air Limbah Lele dan Pupuk NPK Terhadap Tanaman Cabai Rawit (Capsicum annuum) Mohamad David Wahyu Hardyanto; Anggi Indah Yuliana; Umi Kulsum Nur Qomariah
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 7 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v7i4.1582

Abstract

Indonesia adalah negara agraris dengan kekayaan keanekaragaman tanaman, terutama di sektor pertanian. Pada saat ini, industri pertanian masih banyak mayoritas yang menggunakan pupuk anorganik oleh karena itu solusi untuk meminimalisir penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan, yakni dengan memanfaatkan pupuk organik. Air limbah budidaya ikan lele memiliki potensi untuk dikembangkan, tetapi masih jarang yang memanfaatkanya, dan jika dikombinasikan dengan menggunakan pupuk NPK dalam dosis optimal, maka dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai secara signifikan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor utama, yaitu air limbah lele (faktor N) dan pupuk NPK (D). perlakuan air limbah lele terdiri dari 5 taraf yakni, N0 (tanpa perlakuan), N1 (limbah lele 100 ml), N2 (limbah lele 200 ml), N3 (limbah lele 300 ml), N4 (limbah lele 400 ml) dan pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yakni D0 (tanpa perlakuan), D1 (pupuk NPK 5 g), D2 (pupuk NPK 10 g). dengan demikian, terdapat total 15 kombinasi dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji anova dan apabila ada perbedaan yang nyata maka harus dilakukan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan faktor air limbah lele (N) berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah buah. Perlakuan N3 dan N4 menghasilkan jumlah buah terbanyak. Faktor pupuk NPK (D) berpengaruh nyata terhadap parameter bobot basah tanaman. Perlakuan D1 menghasilkan bobot terberat. Adapun interaksi air limbah lele dan pupuk NPK, berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan jumlah buah. (N3D1) dan (N4D1) menghasilkan jumlah buah terbanyak.