Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Sensori Telur Asin Bebek dengan Metode Penggaraman Bata Fatin Nur Azimah; Umi Kulsum Nur Qomariah
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 7 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v7i1.1182

Abstract

Telur asin merupakan salah satu produk olahan telur yang populer di Indonesia. Proses pembuatan telur asin dapat dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya adalah metode penggaraman bata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sensori telur asin bebek yang dihasilkan dengan metode penggaraman bata dengan variasi lama penggaraman. Parameter yang dianalisis meliputi warna, tekstur, rasa, dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu penggaraman tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap aroma dan warna telur asin, namun berpengaruh nyata terhadap tekstur dan kesukaan panelis. Lama penggaraman 13 hari menghasilkan telur asin dengan tekstur dan tingkat kesukaan terbaik.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Taoge Terhadap Pertumbuhan Stek Batang Tanaman Jambu Dersono (Syzgium Malaccense) Hadi Asih Kresnanto; Umi Kulsum Nur Qomariah; Anggi Indah Yuliana
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 7 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v7i2.1525

Abstract

Fitohormon merupakan salah satu factor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, terdapat hormon sintetik dan hormon alami, missalnya seperti yang terdapa pada ekstrak taoge. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak taoge terhadap pertumbuhan stek batang tanaman jambu dersono pada parameter jumlah tunas, jumlah daun, jumlah akar, panjang akar, dan waktu awal kemunculan tunas. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – April 2025 di kebun percobaan yang berlokasi di Dusun Mambang, Desa Kedungmentawar, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitaif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 5 taraf perlakuan dan diulang sebanyak 9 kali. Dengan perlakuan tanpa ektrak tauge ( Z0) : 0%, (Z1) : 20%, (Z2) : 40%, (Z3): 60% dan (Z4) 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata antara konsentrasi ekstrak taoge terhadap pertumbuhan stek batang jambu dersono
Pengaruh Penggunaan Limbah Air Kolam Ikan Koi Terhadap Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Lutfi Fahmi Lukmana; Anggi Indah Yuliana; Umi Kulsum Nur Qomariah
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 7 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v7i3.1561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Limbah Air Kolam Ikan Koi Terhadap Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, bobot umbi. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Mambaul Maarif desa Denanyar kec. Jombang, Kab. Jombang. Pada bulan Maret sampai April 2025. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan faktor utama, yaitu air limbah kolam ikan Koi dan interval penyiraman. Pelakuan air limbah terdiri dari 2 taraf, Taraf 1 dosis limbah air kolam ikan koi : L0 : 0 ml Limbah air kolam ikan koi (control), L1 : 100 ml Limbah air kolam ikan koi, L2 : 200 ml Limbah air kolam ikan koi, L3 : 300 ml Limbah air kolam ikan koi. Taraf 2 Interval penyiraman limbah kolam ikan koi : P1 : 2 Hari, P2 : 4 Hari, P3 : 6 Hari, P4 : 8 Hari. Dengan demikian terdapat 16 kombinasi perlakuan yang dihasilkan. Setiap kombinasi dilakukan sebanyak 3 ulangan, sehingga ada 48 unit percobaan. hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya interaksi antara dosis limbah air kolam ikan koi dan interval penyiraman pada seluruh parameter pengamatan tanaman bawang merah.
Pengaruh Pengaplikasian Air Limbah Lele dan Pupuk NPK Terhadap Tanaman Cabai Rawit (Capsicum annuum) Mohamad David Wahyu Hardyanto; Anggi Indah Yuliana; Umi Kulsum Nur Qomariah
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 7 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v7i4.1582

Abstract

Indonesia adalah negara agraris dengan kekayaan keanekaragaman tanaman, terutama di sektor pertanian. Pada saat ini, industri pertanian masih banyak mayoritas yang menggunakan pupuk anorganik oleh karena itu solusi untuk meminimalisir penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan, yakni dengan memanfaatkan pupuk organik. Air limbah budidaya ikan lele memiliki potensi untuk dikembangkan, tetapi masih jarang yang memanfaatkanya, dan jika dikombinasikan dengan menggunakan pupuk NPK dalam dosis optimal, maka dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai secara signifikan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor utama, yaitu air limbah lele (faktor N) dan pupuk NPK (D). perlakuan air limbah lele terdiri dari 5 taraf yakni, N0 (tanpa perlakuan), N1 (limbah lele 100 ml), N2 (limbah lele 200 ml), N3 (limbah lele 300 ml), N4 (limbah lele 400 ml) dan pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yakni D0 (tanpa perlakuan), D1 (pupuk NPK 5 g), D2 (pupuk NPK 10 g). dengan demikian, terdapat total 15 kombinasi dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji anova dan apabila ada perbedaan yang nyata maka harus dilakukan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan faktor air limbah lele (N) berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah buah. Perlakuan N3 dan N4 menghasilkan jumlah buah terbanyak. Faktor pupuk NPK (D) berpengaruh nyata terhadap parameter bobot basah tanaman. Perlakuan D1 menghasilkan bobot terberat. Adapun interaksi air limbah lele dan pupuk NPK, berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan jumlah buah. (N3D1) dan (N4D1) menghasilkan jumlah buah terbanyak.