Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Negosiasi Identitas Budaya Jepang pada Penerjemahan Anime Taishou Otome Otogibanashi Bahasa Jepang ke Bahasa Indonesia Dwi Wijianing Kholidiyah; Tatang Hariri
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v8i1.133230

Abstract

Negosiasi identitas budaya Jepang pada penerjemahan anime merupakan sebuah tantangan penerjemah dalam menerjemahkan identitas budaya Jepang. Karena pada dasarnya, tidak ada budaya dan bahasa yang sama. Terlebih dalam penerjemahan audiovisual yang mana memiliki batasan jumlah karakter serta durasi yang dapat mempengaruhi hasil terjemahan. Tujuan dari penelitian ini diantaranya untuk mengetahui jenis-jenis kata budaya, pola negosiasi, serta alasan mengapa dilakukan negosiasi penerjemahan. Data penelitian ini berupa istilah-istilah budaya yang termasuk dalam kategori istilah budaya Newmark (1988), dari sumber data anime yang berjudul Taishou Otome Otogibanashi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 jenis identitas budaya yang mencakup ekologi; budaya material; budaya sosial; organisasi sosial, politik dan konsep; serta gestur dan kebiasaan. Pola negosiasi yang muncul menunjukkan bahwa penerjemah cenderung mempertahankan istilah atau konsep yang memiliki kesamaan bentuk, makna, atau fungsi dengan bahasa sasaran, sementara penyesuaian dilakukan ketika diperlukan untuk memastikan keberterimaan dan kesesuaian dengan konteks visual. Dengan demikian, negosiasi penerjemahan berperan penting dalam merepresentasikan identitas budaya Jepang secara efektif dalam penerjemahan audiovisual anime.