dwi rahmawati
Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Ekstrakurikuler Drumband dalam Mengembangkan Soft Skill Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nahdlatul Ulama 001 Samarinda dwi rahmawati; Juhairiah Juhairiah; Nurwati Nurwati
Borneo Journal of Primary Education Vol. 6 No. 1 (2026): Borneo Journal of Primary Education, 6 (1), Februari 2026
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjpe.v6i1.12639

Abstract

Pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga berperan penting dalam mengembangkan non akademik siswa yakni soft skill. Salah satu sarana pengembangan soft skill di madrasah adalah ekstrakurikuler drumband tidak hanya melatih keterampilan bermusik, tetapi juga mengembangkan soft skill siswa. Di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nahdlatul Ulama 001 Samarinda, ekstrakurikuler drumband menjadi program unggulan diminati siswa dan berkontribusi terhadap prestasi madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi ekstrakurikuler drumband dalam mengembangkan soft skill siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif meliputi empat tahap, yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan uji validitas data melalui triangulasi sumber data dan metode. Hasil temuan menunjukkan bahwa: (1) Implementasi ekstrakurikuler drumband di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nahdlatul Ulama 001 Samarinda berjalan efektif dan berfokus pada mengembangkan enam aspek soft skill utama, yaitu kemampuan berkomunikasi, kerja sama, kepemimpinan, mendengarkan, percaya diri, dan disiplin. (2) Faktor pendukung meliputi dukungan madrasah dalam penyediaan sarana dan prasarana, dukungan orang tua dalam finansial, kompetensi pelatih, minat serta antusiasme siswa. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu latihan dan kendala penjemputan siswa yang lama.