RIRIEN HARDANI
PROGRAM STUDI FARMASI, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS TADULAKO

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROFIL EFEK SAMPING PADA PENGGUNA KONTRASEPSI HORMONAL DI APOTEK KOTA PALU RIRIEN HARDANI; AMELIA RUMI; M. FAKHRUL HARDANI; GINAMEDIKA PUTRI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11556

Abstract

Pendahuluan: kontrasepsi hormonal merupakan salah satu pilihan metode kontrasepsi yang saat ini paling banyak digunakan karena dianggap memiliki tingkat efektifitas yang tinggi. Akan tetapi, kontrasepsi ini juga mempunyai beberapa efek samping yang ditimbulkan yang dapat mengganggu kesehatan serta menimbulkan ketidaknyamanan pada penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil jenis kontrasepsi hormonal yang digunakan, gambaran kejadian efek samping serta prevalensi adverse drug reactions (ADRs) kontrasepsi hormonal di apotek Kota Palu. Metode: penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan instrumen kuesioner berupa algoritma Naranjo yang diberikan kepada responden di apotek Kota Palu. Hasil dan Pembahasan: dari 100 responden pada penelitian ini, distribusi jenis kontrasepsi hormonal yang digunakan terdiri atas kontrasepsi suntik sebanyak 52 responden (52%), pil sebanyak 30 responden (30%) dan implan sebanyak 18 responden (18%). Kejadian efek samping yang dilaporkan meliputi kenaikan berat badan pada 51 responden (51%), pusing/sakit kepala pada 25 responden (25%), gangguan menstruasi pada 24 responden (24%), jerawat pada 20 responden (20%), mual 13 responden (13%) dan keputihan pada 4 responden (4%). Adapun prevalensi kejadian ADRs penggunaan kontrasepsi hormonal sebesar 34% tergolong sebagai ADRs probable, sedangkan 66% lainnya tergolong sebagai ADRs possible. Kesimpulan: penggunaan kontrasepsi hormonal di apotek Kota Palu berpotensi menimbulkan reaksi efek samping yang dapat diidentifikasi sebagai ADRs probable pada sekitar 34% pengguna.