Latar Belakang: Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit menular di dunia. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa hampir 4 juta orang meninggal setiap tahun akibat ISPA, dan 98% di antaranya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah, seperti pneumonia. Angka kematian tertinggi terjadi pada bayi, anak-anak, dan lansia, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah. Infeksi pernapasan akut juga menjadi salah satu penyebab paling umum konsultasi medis di fasilitas kesehatan primer, terutama dalam pelayanan anak (WHO, 2020). Secara global, kasus ISPA masih menjadi ancaman serius kesehatan anak, sekitar 50% dari seluruh penyakit anak berusia dibawah 5 tahun, dan 30% pada anak berusia 5-12 tahun disebabkan oleh ISPA. Sebagian besar terjadi pada saluran pernafasan atas, tetapi sekitar 5% melibatkan saluran pernafasan bawah terutama pneumonia (Nugrahaeni, 2024).Tujuan Penelitian : Diketahuinya Hubungan Pijat Bayi Terhadap Pencegahan Kejadian ISPA padaBalita di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 12–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar sebanyak 660 balita, dengan jumlah sampel 87 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pijat bayi dengan pencegahan kejadian ISPA pada balita dengan nilai p = 0,007 (p < 0,05). Balita yang rutin dilakukan pijat bayi memiliki risiko lebih rendah mengalami ISPA. Disimpulkan bahwa pemberian imunisasi lengkap dan pijat bayi berhubungan secara signifikan dengan pencegahan kejadian ISPA pada balita. Disarankan tenaga kesehatan dapat meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dasar lengkap dan pijat bayi sebagai upaya promotif dan preventif dalam menurunkan kejadian ISPA pada balita.