Kesenjangan antara laba akuntansi dan arus kas operasi (Profit–Cash Flow Divergence) menjadi isu yang semakin penting dalam menilai kinerja dan keberlanjutan keuangan perusahaan. Meskipun melaporkan laba positif, sejumlah perusahaan masih mengalami penurunan arus kas operasi, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas laba dan ketahanan keuangan jangka panjang. Berbagai penelitian telah mengkaji kualitas laba, pengelolaan modal kerja, dan keberlanjutan keuangan, namun masih terbatas penelitian yang menjelaskan mekanisme yang menyebabkan laba akuntansi gagal dikonversi menjadi arus kas operasi. Penelitian ini bertujuan menjelaskan mekanisme terjadinya Profit–Cash Flow Divergence pada perusahaan pelayaran Indonesia serta mengungkap peran dinamika modal kerja dalam membentuk keberlanjutan keuangan perusahaan. Penelitian menggunakan desain qualitative embedded case study dengan memanfaatkan data arsip berupa laporan keuangan auditan, laporan tahunan, pengungkapan manajemen, dan dokumen perusahaan lainnya dari PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. Analisis dilakukan melalui within-case analysis, financial narrative analysis, open coding, pattern matching, dan explanation building. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laba akuntansi yang positif tidak selalu diikuti oleh arus kas operasi yang positif. Profit–Cash Flow Divergence muncul melalui rangkaian mekanisme yang saling berkaitan, yaitu ekspansi piutang, akumulasi modal kerja, keterlambatan konversi kas, dan meningkatnya tekanan likuiditas. Mekanisme tersebut menurunkan kualitas arus kas operasi meskipun perusahaan tetap membukukan laba positif, yang pada akhirnya meningkatkan risiko terhadap keberlanjutan keuangan perusahaan. Penelitian ini mengusulkan kerangka cash conversion failure yang menjelaskan bagaimana kinerja akuntansi dapat menyimpang dari realitas ekonomi perusahaan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur dengan mengintegrasikan kualitas laba, dinamika modal kerja, kinerja arus kas operasi, dan keberlanjutan keuangan ke dalam satu kerangka konseptual yang terpadu. Temuan penelitian juga memberikan implikasi praktis bagi manajemen, investor, kreditor, dan regulator dalam mengevaluasi kinerja perusahaan secara lebih komprehensif di luar ukuran profitabilitas tradisional.