Kepemimpinan transformasional secara konsisten dinilai sebagai salah satu pendekatan kepemimpinan yang paling relevan dalam mendorong peningkatan kinerja karyawan, khususnya di tengah gelombang digitalisasi yang mengubah cara kerja organisasi secara fundamental. Penelitian ini bertujuan menyintesis temuan dari berbagai studi terdahulu mengenai pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan, sekaligus mengidentifikasi celah penelitian yang masih terbuka untuk dikaji lebih lanjut. Metode yang dipergunakan adalah kajian literatur sistematis yang menelaah 35 artikel jurnal ilmiah terpilih yang terbit antara 2017 hingga 2026, mencakup ragam sektor seperti pemerintahan, pendidikan, perbankan, manufaktur, ritel, koperasi, perhotelan, dan organisasi berbasis teknologi digital. Setiap artikel ditelaah berdasarkan rumusan masalah, metode, hasil temuan, serta saran dan keterbatasan yang dikemukakan penulisnya, kemudian dibandingkan untuk menemukan pola kesesuaian, pertentangan, dan celah bersama. Hasil sintesis menunjukkan bahwa mayoritas literatur yang dikaji menemukan pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun melalui variabel mediasi berupa motivasi kerja, kepuasan kerja, komitmen organisasi, otonomi kerja, dan keterikatan kerja. Sebagian kecil studi melaporkan pengaruh yang tidak signifikan, terutama pada konteks birokrasi pemerintahan dan instansi dengan budaya kerja yang masih kaku. Celah utama yang berulang kali muncul adalah belum adanya penelitian yang secara terintegrasi menguji kepemimpinan transformasional berbasis digital sebagai variabel bebas, budaya organisasi sebagai pemoderasi, dan komitmen organisasi sebagai pemediasi dalam satu model empiris lintas sektor di Indonesia. Temuan kajian ini diharapkan menjadi pijakan konseptual bagi agenda penelitian lanjutan di bidang kepemimpinan di era modern.