AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya orang tua dalam membentuk karakter religius anak-anak sekolah dasar di tengah meningkatnya pengaruh penggunaan gawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan anak-anak sekolah dasar dan orang tua mereka di Dusun Simo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan teknik pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan gawai memiliki dampak ganda pada karakter religius anak. Dampak positif meliputi peningkatan minat belajar dan akses terhadap konten pendidikan, sedangkan dampak negatif meliputi pengabaian praktik keagamaan, perilaku individualistis, dan berkurangnya kesadaran sosial. Diskusi mengungkapkan bahwa dampak negatif ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pengawasan dan bimbingan orang tua. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi strategi orang tua yang praktis dan berbasis konteks, termasuk pengawasan aktif selama penggunaan gawai, pembatasan waktu, pemilihan konten Islami dan pendidikan, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan keagamaan, dan peran orang tua sebagai teladan dalam praktik keagamaan sehari-hari. Kesimpulannya, keterlibatan orang tua yang aktif dan konsisten memainkan peran penting dalam memperkuat karakter religius anak di era digital, sehingga gawai dapat berfungsi sebagai alat pendukung dan bukan penghalang dalam pendidikan karakter religius.Kata kunci: Orang tua; Karakter religius; GadgetAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya orang tua dalam membentuk karakter religius anak sekolah dasar di tengah pengaruh penggunaan gadget yang semakin intensif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan pada anak sekolah dasar dan orang tua di Dusun Simo. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget memberikan dampak ganda terhadap karakter religius anak, yaitu dampak positif berupa peningkatan minat belajar dan akses konten edukatif, serta dampak negatif berupa pelanggaran ibadah, perilaku individualis, dan penurunan kepedulian sosial. Pembahasan menunjukkan bahwa dampak negatif tersebut muncul akibat kurangnya pendampingan dan kontrol orang tua dalam penggunaan gadget. Penelitian ini menemukan kebaruan berupa strategi implementasi orang tua yang meliputi pendampingan langsung saat anak menggunakan gadget, durasi durasi penggunaan, pemilihan konten islami dan edukatif, keterlibatan anak dalam kegiatan keagamaan, serta keteladanan orang tua dalam praktik keagamaan sehari-hari. Kesimpulannya, peran orang tua yang aktif dan terarah menjadi kunci utama dalam memperkuat karakter religius anak di era digital, sehingga gadget tidak menjadi ancaman, melainkan sarana pendukung pendidikan karakter religius.Kata Kunci : Orang Tua; Karakter Religius; Gawai