Abdurrahman Ahmad
UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan intensitas penggunaan gadget dan motivasi belajar dengan hasil belajar pada mata pelajaran IPS MTsN 8 Banyuwangi Abdurrahman Ahmad; Kharisma Lailatul Fadlilah
EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol. 14 No. 1 (2026): Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/equilibrium.v14i1.23564

Abstract

Penelitian ini mengkaji korelasi antara intensitas penggunaan gadget dan motivasi belajar dengan pencapaian akademik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa kelas IX di MTs Negeri 8 Banyuwangi. Penelitian ini didorong oleh meningkatnya prevalensi penggunaan gadget di kalangan siswa, yang dapat memengaruhi proses dan hasil belajar baik secara positif maupun negatif. Selain itu, motivasi belajar sebagai faktor internal berperan penting dalam keberhasilan akademik. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk menelaah hubungan antara intensitas penggunaan gadget dan prestasi belajar IPS; (2) untuk menilai hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar IPS; dan (3) untuk menganalisis pengaruh gabungan intensitas penggunaan gadget dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, serta menerapkan teknik Probability Sampling dengan metode Simple Random Sampling. Ukuran sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga diperoleh 161 siswa dari populasi 270 siswa. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi nilai. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antarvariabel, dengan nilai R sebesar 0,914 dan R² sebesar 0,836, yang mengindikasikan bahwa intensitas penggunaan gadget dan motivasi belajar secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 83,6% terhadap hasil belajar. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan gadget secara bijak,Penggunaan gadget perlu diarahkan secara terkontrol sebagai media pendukung pembelajaran IPS melalui pengawasan dan pengaturan yang sistematis. Selain itu, peningkatan motivasi belajar siswa perlu dioptimalkan melalui peran guru, dukungan orang tua, dan kebijakan sekolah yang mendukung literasi digital dan pencapaian akademikdan peningkatan motivasi belajar untuk meningkatkan prestasi akademik siswa.
Developing a Non-Cognitive Diagnostic Assessment Model Based on Social-Emotional Learning through Differentiated Instruction in Social Studies Education Anindya Fajarini; Abdurrahman Ahmad
J-PIPS (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial) Vol 12, No 1 (2025): JPIPS
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jpips.v12i1.38861

Abstract

Non-cognitive assessment in Social Studies (IPS) learning at junior high school level still tends to be general in nature, separated from the learning process, and not yet capable of diagnostic mapping students’ social-emotional needs to support responsive learning for learners’ diversity. On the other hand, although the Social-Emotional Learning (SEL) approach has been widely studied, the development of non-cognitive assessment instruments that are systematically integrated with Differentiated Instruction (DI) principles in the context of IPS learning remains very limited. This gap indicates the need for an assessment instrument that not only measures social-emotional aspects but also functions as a basis for designing differentiated learning. This study aims to develop a diagnostic non-cognitive assessment instrument based on the integration of SEL and DI to support the strengthening of self-awareness, self-management, and social awareness of junior high school students in social studies learning. The method used was research and development (RD) with a modified Borg Gall model. The research instrument includes expert validation questionnaires, individual trials with teachers and students, response questionnaires, and semi-structured interview guidelines. Quantitative and qualitative data were analyzed using descriptive statistics based on percentage. The results showed that the instrument met the validity criteria, with average expert validation scores of 80% for content, 76.7% for psychology, and 93.3% for language, as well as 90% in individual trials. In addition, positive responses were obtained from teachers (89%) and students (87.6%). This instrument is valid, easy to use, contextual, and effective in facilitating the expression of students’ social-emotional needs in social studies learning.