Raudhah Dhiya Ulfa
Prodi Pendidikan Biologi/Universitas Syiah Kuala

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inventarisasi Spesies Tumbuhan Dalam Upacara Panggih Di Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun Sebagai Bahan Ajar Materi Keanekaragaman Hayati Ajeng Anggelia; Dewi Andayani; Nazar Muhammad; Aida Isnaini Laili Fitri; Dinda Indah Apriana; Raudhah Dhiya Ulfa; Hilwa Azkiya
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v11i1.95-110

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya pemahaman masyarakat dan generasi muda terhadap makna simbolisme upacara panggih pada pernikahan adat Jawa. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi spesies tumbuhan yang digunakan dalam upacara panggih di Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, serta menyusun hasilnya sebagai buku saku materi keanekaragaman hayati SMA. Pendekatan penelitian secara kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap 30 responden (dukun manten, kepala desa, masyarakat) di tiga desa. Hasil penelitian menemukan 12 spesies tumbuhan dari 11 familia yang digunakan dalam enam tahapan ritual: temu pengantin, balangan gantal sirih, wiji dadi, sindur binayang, saling menyuapi, dan sungkeman. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan meliputi biji, daun, batang, bunga, dan rimpang, yang menyimbolkan doa, nasihat, serta pengharapan bagi mempelai. Buku saku berbasis kearifan lokal ini diharapkan dapat mendukung pelestarian budaya sekaligus meningkatkan pemahaman siswa. ABSTRACT This study was motivated by the declining understanding of the community and younger generations regarding the meaning and symbolism of the panggih ceremony in Javanese traditional weddings. The purpose of this study was to inventory the plant species used in the panggih ceremony in Bosar Maligas Subdistrict, Simalungun Regency, and to use the results as data in the preparation of teaching materials on biodiversity at the high school level. The research used a qualitative approach with data collection techniques through observation, semi-structured interviews, and documentation. The research population included the entire community in Bosar Maligas District, while the sample was taken from three villages consisting of 30 respondents with the criteria of being a traditional healer, village head, and community member. The results showed that there were 12 plant species from 11 families used in six stages of the panggih ceremony, namely the meeting of the bride and groom, balangan gantal sirih, wiji dadi, sindur binayang, mutual feeding virtual, and sungkeman. The parts of the plants used include seeds, leaves, stems, flowers, and rhizomes, each of which has a specific symbolic meaning, such as prayer, advice, and hope for the bride and groom. The research results are inventoried in a pocket book based on local wisdom, which is expected to support cultural preservation while increasing students' understanding of biodiversity in a cultural context.