ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi geowisata di Kota Sabang melalui pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Kajian ini menggunakan metode deskriptif-kuantitatif dengan menerapkan analisis spasial berbasis overlay dan pembobotan kriteria geowisata yang meliputi aspek geologi, estetika lanskap, aksesibilitas, dan nilai edukatif. Lokasi penelitian mencakup seluruh kawasan Kota Sabang, sementara pengambilan sampel dilakukan secara purposif berdasarkan keunikan geologi dan ketersediaan data spasial. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur, serta pemanfaatan peta geologi, citra satelit, dan data administratif. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa lokasi, seperti Gunung Api Jaboi, Air Panas Pria Laot, dan Pantai Anoi Itam, memiliki potensi geowisata tinggi berdasarkan skoring kuantitatif. SIG berperan penting dalam integrasi data dan penyusunan peta tematik, sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan pengembangan geowisata yang berkelanjutan. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pelibatan masyarakat lokal, konservasi sumber daya geologi, dan perencanaan berbasis spasial dalam pengelolaan potensi wisata geologi Kota Sabang. Kata Kunci: Geowisata, SIG, Kota Sabang, Pemetaan Spasial, Potensi Geologi ABSTRACTThis study aims to identify and map geotourism potential in Sabang City using a Geographic Information System (GIS) approach. This study uses a descriptive-quantitative method by applying overlay-based spatial analysis and weighting of geotourism criteria that include geological aspects, landscape aesthetics, accessibility, and educational value. The research location covers the entire Sabang City area, while sampling was conducted purposively based on geological uniqueness and the availability of spatial data. Data were collected through field observations, structured interviews, and the use of geological maps, satellite imagery, and administrative data. The analysis results indicate that several locations, such as Jaboi Volcano, Pria Laot Hot Springs, and Anoi Itam Beach, have high geotourism potential based on quantitative scoring. GIS plays an important role in data integration and the preparation of thematic maps, so that they can be used as a basis for decision-making for sustainable geotourism development. These findings underscore the importance of local community involvement, geological resource conservation, and spatial-based planning in managing Sabang City's geological tourism potential. Keywords: Geotourism, GIS, Sabang City, Spatial Mapping, Geological Potential