Nadia Dwi Maharani
Universitas Negeri Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Effects of epigallocatechin-3-gallate and nano-hydroxyapatite on bone morphogenetic protein-2 expression and formation of odontoblast-like cells in rats with inflamed dental pulp Kun Ismiyatin; Adioro Soetojo; Sukaton; Tengku Natasha Eleena binti Tengku Ahmad Noor; Paramita Tanjung Sari; Fridianty Anggraeni; Nisrina Qurrota Aini; Nadia Dwi Maharani
Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Vol. 59 No. 2 (2026): June
Publisher : Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga https://fkg.unair.ac.id/en

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/j.djmkg.v59.i2.p166-171

Abstract

Background: Epigallocatechin-3-gallate (EGCG) and nano-hydroxyapatite (n-HA) have demonstrated promising bioactive properties for use in vital pulp therapy; EGCG exhibits antioxidant and immunomodulatory effects, whereas n-HA promotes osteogenic differentiation and dentin bridge formation. Purpose: To evaluate the combined effect of EGCG and n-HA on the expression of bone morphogenetic protein-2 (BMP-2) and the differentiation of odontoblast-like cells (OLCs) in rats with inflamed dental pulp. Methods: Fifty-four Wistar rats (Rattus norvegicus) were randomly assigned to six groups and anesthetized. Class I cavities were prepared on the occlusal surface of the maxillary right first molar using a 0.84-mm-diameter low-speed diamond bur, followed by pulp chamber perforation with a dental probe. The exposed pulps were treated with n-HA, EGCG, or a combination of both. Cavities were sealed using resin-modified glass ionomer cement; BMP-2 and OLC expression levels were evaluated on days 7 and 14. Results: On day 7, the mean number of OLCs was lowest in the n-HA group (2.667 ± 1.225) and highest in the combination group (8.889 ± 1.691). Tukey’s honestly significant difference test indicated significant differences between the combination group and both the n-HA and EGCG groups (P < 0.05). By day 14, the mean number of OLCs increased in all groups, with the combination group showing the highest value (12.443 ± 2.167). The Wilcoxon Mann–Whitney U test confirmed significant intergroup differences (P < 0.05). Conclusion: The combination of EGCG and n-HA enhances BMP-2 expression levels and OLC differentiation, supporting its potential as a biologically active pulp capping material.
Pengabdian Masyarakat: Integrasi Edukasi Digital dan Pemeriksaan Kesehatan Gigi Nanang Shonhadji; Erdiarti Dyah Wahyuningtyas; Dea Delicia; Nadia Dwi Maharani
Jurnal KeDayMas: Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2026): Kedaymas Volume 6 No.2
Publisher : Research Center and Community Services (PPPM) Universitas Hayam Wuruk "Perbanas" Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/kedaymas.v6i2.5707

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat melalui Innovation Expo UNESA 2025 bertujuan meningkatkan literasi kesehatan gigi dengan fokus pada sports dentistry yang edukatif dan interaktif. Program ini diawali dengan identifikasi masalah melalui survei singkat terhadap pengunjung, yang menunjukkan rendahnya pengetahuan mengenai pencegahan cedera gigi saat berolahraga. Menjawab kebutuhan tersebut, tim menyusun materi edukasi berupa booklet, poster digital, dan permainan interaktif Ular Tangga Sports Dentistry yang terbukti efektif menarik minat dan memudahkan pemahaman. Sosialisasi di booth memperlihatkan antusiasme tinggi, dengan interaksi dua arah yang memperkuat kemampuan pengunjung membedakan informasi valid dari hoaks kesehatan. Selain itu, demo mouthguard inovatif menumbuhkan kesadaran pentingnya perlindungan gigi dalam aktivitas olahraga, sementara pemeriksaan gigi gratis memberikan manfaat nyata berupa deteksi dini karies dan masalah gusi. Data hasil pemeriksaan dicatat secara digital untuk memudahkan analisis tren kesehatan gigi masyarakat dan mendukung tindak lanjut berbasis bukti. Evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan tinggi serta peningkatan motivasi pengunjung untuk menjaga kesehatan gigi secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, integrasi edukasi interaktif, inovasi teknologi, dan layanan pemeriksaan gratis terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan gigi serta mendukung target nasional Indonesia Bebas Karies 2030.
Pengabdian Masyarakat: Integrasi Edukasi Digital dan Pemeriksaan Kesehatan Gigi Nanang Shonhadji; Erdiarti Dyah Wahyuningtyas; Dea Delicia; Nadia Dwi Maharani
Jurnal KeDayMas: Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2026): Kedaymas Volume 6 No.2
Publisher : Research Center and Community Services (PPPM) Universitas Hayam Wuruk "Perbanas" Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/kedaymas.v6i2.5707

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat melalui Innovation Expo UNESA 2025 bertujuan meningkatkan literasi kesehatan gigi dengan fokus pada sports dentistry yang edukatif dan interaktif. Program ini diawali dengan identifikasi masalah melalui survei singkat terhadap pengunjung, yang menunjukkan rendahnya pengetahuan mengenai pencegahan cedera gigi saat berolahraga. Menjawab kebutuhan tersebut, tim menyusun materi edukasi berupa booklet, poster digital, dan permainan interaktif Ular Tangga Sports Dentistry yang terbukti efektif menarik minat dan memudahkan pemahaman. Sosialisasi di booth memperlihatkan antusiasme tinggi, dengan interaksi dua arah yang memperkuat kemampuan pengunjung membedakan informasi valid dari hoaks kesehatan. Selain itu, demo mouthguard inovatif menumbuhkan kesadaran pentingnya perlindungan gigi dalam aktivitas olahraga, sementara pemeriksaan gigi gratis memberikan manfaat nyata berupa deteksi dini karies dan masalah gusi. Data hasil pemeriksaan dicatat secara digital untuk memudahkan analisis tren kesehatan gigi masyarakat dan mendukung tindak lanjut berbasis bukti. Evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan tinggi serta peningkatan motivasi pengunjung untuk menjaga kesehatan gigi secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, integrasi edukasi interaktif, inovasi teknologi, dan layanan pemeriksaan gratis terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan gigi serta mendukung target nasional Indonesia Bebas Karies 2030.