Rasyidin
UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DHAWĀBITH WASIAT UNTUK SEBAGIAN AHLI WARIS DALAM PERSPEKTIF FIQH SYĀFI’IYYAH Budiansyah Putra; Abdullah; Rasyidin
Jurnal Al-Nadhair Vol 5 No 01 (2026): Al-Nadhair
Publisher : Ma'had Aly MUDI Mesjid Raya Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61433/agkvs039

Abstract

Pasal 195 Kompilasi Hukum Islam (KHI) ayat 3-4 tentang kebolehan memberikan wasiat kepada ahli waris dengan syarat adanya persetujuan dari ahli waris lainnya. Pasal ini kiranya masih tampak ambigu untuk dijadikan sebagai pedoman dalam permasalahan wasiat untuk ahli waris. Oleh karena itu, penting kiranya terdapat sebuah kajian yang membahas secara rinci ketentuan (dhawābith) wasiat yang boleh diberikan untuk sebagian ahli waris. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan jenis data kualitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis dan pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa ketentuan (dhawābith) sebagai legalitas wasiat untuk sebagian ahli waris menurut fiqh Syāfi’iyyah, yaitu: Terdapat sighat pernyataan wasiat dari si pemberi wasiat, tidak lebih dari 1/3 harta, kecuali bila diizinkan ahli waris lain, adanya persetujuan ahli waris lain bila penerima wasiat adalah ahli waris yang memiliki hak waris dan tidak ada maksud menghalangi hak ahli waris lain dari hak warisnya. Akibat hukum dari keabsahan wasiat untuk sebagian ahli waris terhadap harta tirkah dapat berdampak kepada tertundanya pembagian hak waris dari harta tirkah tersebut, karena penyelesaian wasiat dari harta tirkah wajib lebih dahulu dari pada pembagian hak waris.