Munawar Khalil Khalil
UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PANDANGAN IMAM AL-NAWAWI DALAM KITAB AL-MAJMŪ‘ SYARḤ AL-MUHADZDZAB TERHADAP FENOMENA MAHAR Hasan Asyari; Munawar Khalil Khalil; Kafrawi
Jurnal Al-Nadhair Vol 5 No 01 (2026): Al-Nadhair
Publisher : Ma'had Aly MUDI Mesjid Raya Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61433/n7alnadhair.v5i01.198

Abstract

Fenomena mahar tinggi yang terjadi di sebagian masyarakat Indonesia menunjukkan adanya perubahan pemahaman terhadap makna mahar dalam pernikahan. Mahar yang pada dasarnya merupakan kewajiban dalam syariat Islam dan bentuk penghormatan kepada perempuan, kini sering dijadikan sebagai simbol status sosial keluarga yang dapat memberatkan dan menjadi beban ekonomi bagi pihak laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab fenomena mahar tinggi yang berkembang di masyarakat melalui kajian konsep mahar menurut Imam al-Nawawi dalam kitab Al-Majmū‘ Syarḥ al-Muhadzdzab. Kajian ini dilakukan untuk memahami pandangan Imam al-Nawawi mengenai mahar sehingga dapat menjadi dasar dalam melihat praktik mahar tinggi di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kajian kitab fikih, buku, jurnal ilmiah, dan sumber lain yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa mahar merupakan kewajiban yang diberikan suami kepada istri karena akad nikah maupun sebab terjadinya hubungan suami istri. Selain itu, tidak ada batasan tertentu dalam jumlah mahar. Namun, disunnahkan kesederhanaan dan kemudahan dalam penetapan mahar. Oleh karena itu, praktik mahar tinggi yang memberatkan dapat dipahami tidak sesuai dengan tujuan syariat Islam yang mengutamakan kemaslahatan dan kemudahan dalam pernikahan. Dengan demikian, diperlukan pemahaman yang lebih proporsional agar mahar dipandang sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan, bukan sebagai simbol status sosial keluarga.