Objective: This study aimed to determine the association between antepartum hemorrhage and the risk of preterm birth at Dr. Hasan Sadikin General Hospital in Bandung in 2025.Methods: This analytical observational study used a retrospective cross-sectional design and secondary data from patients’ medical records. The study population comprised all pregnant women who received obstetric care at Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung. A total sampling technique was used, including all subjects who met the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using logistic regression in SPSS version 27.0.Result: A total of 102 medical records were included in the analysis. Multivariate logistic regression revealed that women with antepartum hemorrhage had an eightfold higher risk of preterm birth compared with those without antepartum hemorrhage.Conclusion: Antepartum hemorrhage was significantly associated with an increased risk of preterm birth at Dr. Hasan Sadikin General Hospital in Bandung in 2025 (p < 0.05).Hubungan Perdarahan Antepartum dan Risiko Persalinan Preterm di RSUP Dr. Hasan Sadikin Tahun 2025AbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perdarahan antepartum dan risiko persalinan preterm di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada tahun 2025.Metode: Penelitian observasional analitik ini menggunakan desain potong lintang retrospektif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu hamil yang mendapatkan pelayanan obstetri di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Teknik total sampling digunakan dengan memasukkan seluruh subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik dengan perangkat lunak SPSS versi 27.0.Hasil: Sebanyak 102 rekam medis dianalisis dalam penelitian ini. Analisis regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa ibu hamil dengan perdarahan antepartum memiliki risiko delapan kali lebih tinggi mengalami persalinan preterm dibandingkan dengan ibu hamil tanpa perdarahan antepartum.Kesimpulan: Perdarahan antepartum berhubungan secara signifikan dengan peningkatan risiko persalinan preterm di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada tahun 2025 (p < 0,05).