Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan keuangan keluarga dalam konteks adat perkawinan serta menguji pengaruh faktor ekonomi, pendidikan, dan literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan keluarga dalam perspektif budaya Sumba. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mix method) dengan metode survei. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner kepada 30 keluarga yang telah melaksanakan adat perkawinan di Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Selain itu, data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, kepala keluarga, serta perangkat desa untuk memperkuat hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi, pendidikan, berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan keluarga. Namun, faktor literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan. Secara simultan ketiga faktor tersebut berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan keluarga. Selain dipengaruhi oleh pertimbangan ekonomi, keputusan keuangan keluarga juga dipengaruhi oleh nilai budaya, norma sosial, serta kewajiban adat seperti pembayaran belis dan penyelenggaraan upacara adat perkawinan. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan keluarga dalam masyarakat Sumba tidak hanya bersifat rasional tetapi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya yang kuat. Kata Kunci : Pengelolaan Keuangan Keluarga, Adat Perkawinan Sumba, Faktor Ekonomi, Faktor Pendidikan, Literasi Keuangan