Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko dominan dan memetakan risiko dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada Puskesmas Oemasi Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pengelolaan dana BOK yang bersumber dari APBN memiliki risiko pada setiap tahapnya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, hingga pemantauan dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko dominan dalam pengelolaan Dana BOK terdapat pada tahap perencanaan, pelaporan, serta pemantauan dan evaluasi dengan kategori risiko tinggi, sedangkan pada tahap pelaksanaan berada pada kategori risiko sedang. Risiko utama yang ditemukan meliputi tidak seluruhnya Rencana Usulan Kegiatan (RUK) terakomodasi, potensi tidak tercapainya indikator kesehatan, keterlambatan pelaporan, ketidaksesuaian dokumen pertanggungjawaban, serta belum optimalnya tindak lanjut hasil pengawasan. Hasil pemetaan risiko menunjukkan bahwa sebagian besar risiko berada pada kategori sedang hingga tinggi sehingga memerlukan pengendalian dan mitigasi yang lebih efektif untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan Dana BOK di Puskesmas Oemasi. Kata Kunci : Pemetaan Risiko, Manajemen Risiko, Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Puskesmas