Introduction: Vaginal leiomyoma, particularly those arising from the posterior vaginal wall, is a rare benign tumor. Myxoid degeneration in vaginal leiomyoma is also an exceedingly rare finding, which may further complicate the diagnostic process and management.Case: A 37-year-old woman presented with a vaginal lump and urinary discomfort. Gynecologic examination revealed a posterior vaginal wall mass. Pelvic ultrasound and contrast-enhanced MRI identified a semisolid mass involving the posterior vagina and uterus. Intraoperative exploration confirmed a gray-white, flat-surfaced cystic mass measuring 8x7 cm, originating from the posterior vaginal wall. Vaginal enucleation was performed without complications. Histopathology confirmed a myxoid leiomyoma, characterized by an abundant mucoid matrix and low cellularity. Postoperative follow-up at 6 months showed no recurrence.Conclusions: Posterior vaginal leiomyoma with myxoid degeneration poses diagnostic challenges due to its rarity. Vaginal enucleation provides effective, low-recurrence management.Leiomioma Dinding Vagina Posterior dengan Degenerasi Miksioid: Laporan Kasus Langka dan Tinjauan PustakaPendahuluan: Leiomioma vagina, terutama yang berasal dari dinding posterior vagina, merupakan tumor jinak yang jarang ditemukan. Degenerasi miksioid pada leiomioma vagina juga merupakan temuan yang sangat jarang dilaporkan sehingga dapat menambah kesulitan dalam proses diagnosis dan penatalaksanaan.Kasus: Seorang perempuan berusia 37 tahun datang dengan keluhan benjolan pada vagina disertai rasa tidak nyaman saat berkemih. Pemeriksaan ginekologi menemukan adanya massa pada dinding posterior vagina. Pemeriksaan ultrasonografi pelvis dan magnetic resonance imaging (MRI) dengan kontras menunjukkan massa semisolid yang melibatkan bagian posterior vagina dan uterus. Eksplorasi intraoperatif menemukan massa kistik berwarna putih keabu-abuan dengan permukaan rata berukuran sekitar 8x7 cm yang berasal dari dinding posterior vagina. Dilakukan enukleasi massa melalui pendekatan vagina tanpa komplikasi. Pemeriksaan histopatologi mengonfirmasi diagnosis leiomioma dengan degenerasi miksioid yang ditandai oleh matriks mukoid yang melimpah dan selularitas yang rendah. Pada tindak lanjut enam bulan pascaoperasi tidak ditemukan kekambuhan.Kesimpulan: Leiomioma vagina merupakan entitas yang jarang sehingga menimbulkan tantangan dalam penegakan diagnosis yang akurat. Enukleasi tampaknya merupakan penatalaksanaan yang paling optimal.