Muhammad Alhasymi Matondang
Universitas Negeri Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Migrasi Tenaga Kerja Terhadap Pembangunan Ekonomi Daerah Asal di Indonesia Muhammad Alhasymi Matondang; Ainun Saskia; Khairunnisa Br Marpaung; Raymon Pernando Pasaribu; Kesia Septina Putri Tarigan; Feny Amelia Sinaga
Journal Economy and Currency Study (JECS) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jecs.v8i1.3549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak migrasi tenaga kerja terhadap pembangunan ekonomi daerah asal di Indonesia melalui pendekatan tinjauan literatur (literature review). Metode yang digunakan adalah pengumpulan dan analisis berbagai penelitian terdahulu yang relevan, yang diperoleh dari Google Scholar dan berbagai sumber jurnal nasional, tanpa batasan tahun publikasi. Kajian teoritis dalam penelitian ini mencakup konsep migrasi tenaga kerja, teori push and pull, teori remitansi, serta keterkaitannya dengan pembangunan ekonomi daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa migrasi tenaga kerja memiliki dampak yang bersifat multidimensional. Dampak positif utama terlihat dari peran remitansi sebagai sumber pendapatan yang meningkatkan kesejahteraan rumah tangga, mendorong konsumsi, serta berpotensi menjadi investasi produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, migrasi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara makro melalui aliran devisa. Namun, di sisi lain, migrasi menimbulkan dampak negatif berupa berkurangnya tenaga kerja produktif di daerah asal, fenomena brain drain, ketergantungan terhadap remitansi, serta munculnya permasalahan sosial dan ketimpangan. Pembahasan menunjukkan bahwa besarnya dampak migrasi sangat dipengaruhi oleh pola pemanfaatan remitansi, kualitas sumber daya manusia migran, kebijakan pemerintah, serta tingkat literasi keuangan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang komprehensif untuk mengoptimalkan manfaat migrasi melalui pemberdayaan berbasis remitansi, reintegrasi migran kembali, serta penguatan ekonomi lokal. Dengan pengelolaan yang tepat, migrasi tenaga kerja dapat menjadi instrumen strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah asal secara berkelanjutan.
Pengaruh Angka Harapan Hidup, Tingkat Pengangguran Terbuka, dan Pengeluaran Pemerintah di Sektor Pendidikan Terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Sumatera Utara Tahun 2010-2024 Muhammad Alhasymi Matondang; Muhammad Abdi; Fahmi Apriyansyah Siregar; Runggu Sihombing; Jonathan Brando Saragi; Nadia Enjel Lina Silalahi
Journal Economy and Currency Study (JECS) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jecs.v7i2.3014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari variabel Angka Harapan Hidup (AHH), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dan Pengeluaran Pemerintah (PP) di sektor Pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Sumatera Utara pada periode 2010–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kepustakaan. Data yang digunakan merupakan data sekunder time series yang diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Sumatera Utara. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan software E-Views 10. Pengujian dilakukan melalui uji asumsi klasik, uji koefisien determinasi, uji F simultan, dan uji t parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel independen (AHH, TPT dan PP) berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Secara parsial, Angka Harapan Hidup (AHH) dan Pengeluaran Pemerintah (PP) di sektor pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berpengaruh negatif dan signifikan. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,985 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 98,5% variasi IPM. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas kesehatan, pengurangan pengangguran, dan investasi pada sektor pendidikan merupakan faktor penting dalam mendukung pembangunan manusia yang berkelanjutan di Provinsi Sumatera Utara.