Sandra J. R Kainde
Universitas Klabat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Strategis Promosi dan Loyalitas Pelanggan pada Ritel Minimarket: Analisis Isi Kualitatif atas Dokumen Resmi Indomaret dan Alfamart Harke Revo Leonard Polii; Sandra J. R Kainde; Happy Tatemba; Edi Noersasongko
Advances: Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol. 4 No. 4 (2026): July - August
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/ajeb.v4i4.914

Abstract

Tujuan: Penelitian ini menganalisis bagaimana promosi dan loyalitas pelanggan direpresentasikan secara strategis dalam dokumen resmi Indomaret dan Alfamart. Fokus penelitian bukan untuk mengukur efektivitas strategi aktual, melainkan untuk membaca bagaimana kedua peritel membingkai promosi, keanggotaan, insentif berulang, dan kanal digital sebagai teks korporat yang ditujukan kepada publik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif-komparatif melalui studi dokumen dan analisis isi kualitatif terhadap 14 dokumen resmi yang divalidasi pada 1 Mei 2026. Korpus mencakup halaman promosi, halaman keanggotaan, dokumen aplikasi digital, blog resmi, profil korporat, serta laporan tahunan. Data dianalisis dengan pendekatan hibrida melalui pembacaan berulang, pengodean unit makna, pengelompokan kategori, audit trail, dan code-recode. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua peritel merepresentasikan promosi sebagai proposisi nilai yang menekankan hemat, urgensi, kemudahan, eksklusivitas anggota, dan manfaat berulang. Indomaret lebih menonjolkan variasi tema serta bahasa promosi yang dekat dengan rutinitas belanja harian, sementara Alfamart lebih menonjolkan keteraturan program, mekanisme poin, dan keterhubungan online-offline melalui Alfagift. Perbedaan ini tidak dipahami sebagai oposisi biner, karena Indomaret juga memiliki integrasi digital dan Alfamart juga menggunakan bahasa promosi persuasif. Implikasi: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua peritel merepresentasikan promosi sebagai proposisi nilai yang menekankan penghematan, urgensi, kemudahan, eksklusivitas anggota, dan manfaat berulang. Indomaret lebih menonjolkan variasi tema serta bahasa promosi yang dekat dengan rutinitas belanja harian, sementara Alfamart lebih menonjolkan keteraturan program, mekanisme poin, dan keterhubungan online-offline melalui Alfagift. Perbedaan ini tidak dipahami sebagai oposisi biner, karena Indomaret juga memiliki integrasi digital dan Alfamart juga menggunakan bahasa promosi persuasif. Orisinalitas: Penelitian ini menggeser unit analisis dari persepsi konsumen ke dokumen korporat sebagai teks strategis serta mengembangkan arsitektur manfaat sebagai lensa analitis untuk membaca hubungan antara promosi, keanggotaan, dan loyalitas digital dalam ritel minimarket.