Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh orientasi strategis dan regulasi pemerintah terhadap kinerja lingkungan melalui peran mediasi Manajemen Rantai Pasok Ramah Lingkungan (GSCM) di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor ritel di Kota Bogor. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif cross-sectional. Data primer dikumpulkan dari 282 pemilik dan manajer UMKM ritel melalui teknik pengambilan sampel purposif, kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi strategis dan regulasi pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen rantai pasok ramah lingkungan serta kinerja lingkungan. Manajemen Rantai Pasok Ramah Lingkungan juga memiliki pengaruh positif terhadap kinerja lingkungan dan berperan sebagai variabel perantara yang signifikan dalam hubungan antara orientasi strategis, regulasi pemerintah, dan kinerja lingkungan. Regulasi pemerintah diidentifikasi sebagai prediktor terkuat terhadap implementasi Manajemen Rantai Pasok Ramah Lingkungan. Implikasi: Temuan ini memberikan panduan praktis bagi UMKM untuk memperkuat strategi yang berorientasi pada keberlanjutan serta mendukung para pembuat kebijakan dalam menyusun kebijakan lingkungan dan program bantuan yang mendorong penerapan Manajemen Rantai Pasokan Hijau. Originalitas: Penelitian ini mengintegrasikan orientasi strategis dan regulasi pemerintah ke dalam satu model mediasi untuk menjelaskan kinerja lingkungan melalui Manajemen Rantai Pasokan Hijau di UMKM sektor ritel, sebuah konteks empiris yang masih belum banyak dieksplorasi.