Muhammad Yahya
Program Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HADIST DAN ISU GENDER: MENGKAJI HADIST PERSPEKTIF GENDER DALAM KEPEMIMPINAN ISLAM Wandi Wandi; Muhammad Yahya
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 3 No. 2 (2026): Islamic Studies Journal (ISLAM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/27a83f59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hadis tentang kepemimpinan perempuan dalam perspektif gender, khususnya hadis yang menyatakan bahwa "Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan mereka kepada seorang perempuan" (HR. al-Bukhari). Kajian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai kedudukan perempuan dalam kepemimpinan politik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berasal dari hadis-hadis yang berkaitan dengan kepemimpinan perempuan, khususnya yang terdapat dalam Sahih al-Bukhari, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari berbagai buku, jurnal, dan karya ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sementara analisis data menggunakan pendekatan hadis tematik (maudhu'i) dan historis-kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tentang kepemimpinan perempuan berstatus sahih dari segi sanad karena diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya dan memiliki sanad yang bersambung. Namun, dari segi matan, hadis tersebut memiliki keterkaitan dengan kondisi sosial-politik Kerajaan Persia pada masa pengangkatan putri Kisra sebagai pemimpin. Oleh karena itu, sebagian ulama memandang hadis tersebut bersifat kontekstual dan tidak dapat dijadikan dasar larangan mutlak bagi perempuan untuk menduduki jabatan publik. Dalam perspektif gender, kepemimpinan dalam Islam lebih menekankan pada aspek kompetensi, amanah, keadilan, dan kemampuan seseorang daripada jenis kelaminnya. Dengan demikian, perempuan memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemimpin selama memenuhi syarat-syarat kepemimpinan yang dibutuhkan. Kajian ini menunjukkan bahwa pemahaman hadis secara kontekstual dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif terhadap isu gender dan kepemimpinan dalam Islam.
TRANSFORMASI METODOLOGI TAKHRIJ HADITS: DARI PENDEKATAN MANUAL MENUJU ERA DIGITAL Muh. Hasan; Muhammad Yahya; Eerwin Hafid
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 3 No. 2 (2026): Islamic Studies Journal (ISLAM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/ywzc9g47

Abstract

Takhrij Hadits sebagai bagian dari ilmu hadits merupakan produk ulama terdahulu adalah juga bagian dari khazanah intelektual dan keilmuan yang patut dilestarikan dan dikembangkan. Mereka (para ulama terdahulu) telah melakukan “ijtihad intelektual” dalam tradisi ilmu hadits sehingga takhrij hadits sebagai bagian kecil dari ilmu tersebut ada dihadapan kita. Akhir-akhir ini telah banyak kajian ilmu agama islam yang mendapat “sentuhan-sentuhan tangan teknologi” termasuk takhrij hadits. Para punggawa ilmu hadits generasi sekarang, bekerja sama dengan para saintis telah menciptakan dan mengembangkan metode takhrij hadits digital. Perangkat CD hadits dapat diakses oleh siapa saja yang ingin melakukan penelusuran dan penelitian hadits, Dengan metode takhrij hadits digital akan lebih mempermudah lagi penelusuran dan pelacakan hadits Nabi SAW.