This Author published in this journals
All Journal Journal of Midwifery
DENI MARYANI
PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN, FAKULTAS MTEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS BENGKULU

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TM III TENTANG PENGGUNAAN BIRTH BALL DALAM MENGURANGI NYERI PERSALINAN DI PUSKESMAS WILAYAH PESISIR KOTA BENGKULU INES FATHINAH; YETTI PURNAMA; DENI MARYANI; DARA HIMALAYA; LINDA YUSANTI
Journal Of Midwifery Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v14i1.12012

Abstract

Pendahuluan: Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis akibat kontraksi uterus, dilatasi, dan penipisan serviks. Salah satu metode nonfarmakologis untuk membantu mengurangi nyeri persalinan adalah penggunaan birth ball. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang penggunaan birth ball berpengaruh terhadap kesiapan ibu menghadapi persalinan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III tentang penggunaan birth ball dalam mengurangi nyeri persalinan di Puskesmas Wilayah Pesisir Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan analisis univariat. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III dengan teknik total sampling sebanyak 108 responden. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 20–35 tahun sebanyak 95 orang (88%), berpendidikan SMA/sederajat sebanyak 51 orang (47,2%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 89 orang (82,4%). Tingkat pengetahuan responden tentang penggunaan birth ball sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 75 orang (69,4%), kategori cukup 23 orang (21,3%), dan kategori kurang 10 orang (9,3%). Simpulan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil trimester III memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penggunaan birth ball dalam mengurangi nyeri persalinan, namun edukasi dan penyuluhan oleh tenaga kesehatan tetap perlu ditingkatkan agar pengetahuan ibu hamil lebih merata.