In the era of globalization, one of the greatest threats to the sustainability of cultural heritage is the shift in regional languages. This is due to the dominance and use of foreign languages and Indonesian in various aspects of life, including social interactions, education, and social media. Other factors such as urbanization, social mobility, changing family communication patterns, and negative perceptions of regional languages also accelerate the shift in regional languages. This study aims to (1) identify the factors causing the shift in the Berau language among teenagers in communication in Tanjung Redeb District and (2) analyze the efforts made to preserve the Berau language in Tanjung Redeb District. This study uses a qualitative approach with a case study design. The results of this study indicate that there are several factors causing the shift in the Berau language, namely family, the surrounding environment, education, and the influence of social media. Efforts to preserve the Berau language can be made by creating a Berau culture and language day program, implementing the use of the Berau language in public events and community rituals, establishing traditional institutions or councils, and introducing the Berau language in educational environments. The implications of this research can be used in efforts to preserve the Berau language, especially for teenagers in Tanjung Redeb District, Berau Regency. Di era globalisasi, salah satu ancaman terbesar terhadap keberlangsungan warisan budaya adalah pergeseran bahasa daerah. Hal ini disebabkan oleh dominasi dan penggunaan bahasa asing dan bahasa Indonesia di berbagai aspek dalam kehidupan, termasuk interaksi sosial, pendidikan, dan media sosial. Faktor-faktor lain seperti urbanisasi, mobilitas sosial, pola komunikasi keluarga yang berubah, dan persepsi negatif terhadap bahasa daerah juga mempercepat terjadinya pergeseran bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi faktor penyebab pergeseran Bahasa Berau di kalangan remaja dalam komunikasi di Kecamatan Tanjung Redeb dan (2) Menganalisis upaya apa saja yang dilakukan untuk pelestarian Bahasa Berau di Kecamatan Tanjung Redeb. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat beberapa faktor penyebab pergeseran Bahasa Berau, yaitu adalah keluarga, lingkungan sekitar, pendidikan serta pengaruh media sosial. Upaya pelestarian bahasa Berau dapat dilakukan dengan pembuatan program hari budaya dan bahasa Berau, penerapan penggunaan bahasa Berau di acara umum dan ritual masyarakat, pembuatan lembaga atau dewan adat, serta pengenalan Bahasa Berau di lingkungan pendidikan. Implikasi hasil penelitian ini dapat digunakan dalam upaya pelestarian Bahasa Berau, khususnya untuk remaja di Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.