This study aims to analyze the wage gap among international interns and its impact on labor efficiency strategies in the hospitality industry in Taiwan. The study used a qualitative approach with a case study method to gain a deeper understanding of the experiences of international interns, the perspectives of hotel HRDs, and operational supervisors regarding the wage system and intern workforce management. The research informants consisted of international interns, hotel HRDs, and operational supervisors selected using a purposive sampling technique. Data collection involved interviews, observation, and documentation. Data analysis employed the Miles and Huberman interactive model, which encompasses data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that international interns experience a wage gap compared to local workers and permanent employees despite having nearly the same workload. The hospitality industry in Taiwan utilizes international interns as part of a labor efficiency strategy to reduce hotel operating costs and maintain service stability. However, this strategy impacts the motivation, job satisfaction, loyalty, and service quality of international interns. Some interns experience work pressure and burnout due to the high workload and limited compensation received. This study concludes that labor efficiency strategies in the hospitality industry need to be balanced with a fairer wage system and human resource management to ensure the well-being of international interns and the quality of hotel service. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan upah mahasiswa magang internasional dan dampaknya terhadap strategi efisiensi tenaga kerja pada industri hospitality di Taiwan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam pengalaman mahasiswa magang internasional, pandangan HRD hotel, serta supervisor operasional terkait sistem pengupahan dan pengelolaan tenaga kerja magang. Informan penelitian terdiri dari mahasiswa magang internasional, HRD hotel, dan supervisor operasional yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa magang internasional mengalami kesenjangan upah dibandingkan dengan tenaga kerja lokal dan karyawan tetap meskipun memiliki beban kerja yang hampir sama. Industri hospitality di Taiwan memanfaatkan mahasiswa magang internasional sebagai bagian dari strategi efisiensi tenaga kerja untuk mengurangi biaya operasional hotel dan menjaga stabilitas pelayanan. Namun, strategi tersebut menimbulkan dampak terhadap motivasi kerja, kepuasan kerja, loyalitas, serta kualitas pelayanan mahasiswa magang internasional. Sebagian mahasiswa mengalami tekanan kerja dan kelelahan (burnout) akibat tingginya beban kerja dan keterbatasan kompensasi yang diterima. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi efisiensi tenaga kerja dalam industri hospitality perlu diimbangi dengan sistem pengupahan dan pengelolaan sumber daya manusia yang lebih adil agar kesejahteraan mahasiswa magang internasional dan kualitas pelayanan hotel tetap terjaga.