Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pencegahan Satwa Yang Dilindungi Oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau Refita Arestina; Rio Tutrianto
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 2 (2026): JUSTITIA Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i2.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau dalam pencegahan penjualan satwa dilindungi periode 2023-2025, mengatasi fenomena perdagangan ilegal yang mengancam spesies endemik seperti harimau Sumatera dan trenggiling di kawasan konservasi Riau. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal, penelitian ini melibatkan 8-10 narasumber kunci dari pegawai BBKSDA, staf lapangan, dan masyarakat pinggiran hutan melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif pada operasi patroli dan sosialisasi, serta analisis dokumen laporan tahunan BBKSDA dan data kasus KLHK, dengan triangulasi untuk validitas. Analisis interaktif Miles dan Huberman mengungkap empat tema strategi utama: sosialisasi pre-emptif (45%), pencegahan situasional (30%), penegakan hukum represif (20%), dan rehabilitasi restoratif (5%), dengan efektivitas sedang (skor 6,8/10). Faktor pendukung meliputi sinergi lintas lembaga yang menurunkan kasus 15%, sementara penghambat mencakup keterbatasan SDM dan koordinasi daerah. Temuan ini mengintegrasikan teori Situational Crime Prevention (SCP) Clarke (1980) dengan green criminology, menjelaskan reduksi peluang kejahatan di konteks lokal Riau. Secara teoretis, penelitian berkontribusi pada pengembangan model pencegahan multi-dimensi berbasis bukti empiris; secara praktis, merekomendasikan rekrutmen SDM tambahan 50% dan optimalisasi patroli cyber untuk Renstra KLHK. Saran penelitian lanjutan mencakup studi komparatif multi-provinsi dengan mixed-methods dan analisis GIS hotspot perdagangan daring.